Jumat, 09 Juni 2017
Rahasia Kepercayaan
“Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”
(Keluaran 3:11).
Tiga kali Musa menawarkan alasan ketakutan dalam menanggapi panggilan-Nya yang pertama adalah statusnya yang rendah (Kel. 4:1); yang kedua adalah kurangnya kepercayaan dari orang lain (ayt 1); ketiga adalah kurangnya kefasihannya – mungkin merujuk kepada hilangnya kefasihannya dengan bahasa Mesir setelah 40 tahun tidak di sana (ayat 10).
Tuhan memperkuat tekad Musa pertama-tama, dengan mengubah tongkatnya menjadi ular, kemudian dengan menimbulkan dan penyembuhan tangannya dari kusta, dan akhirnya dengan menunjuk saudaranya Harun, sebagai rekannya untuk menjadi jurubicara di hadapan Firaun dan orang Israel.
Sikap Musa yang merendah di padang gurun mengingatkan kita kepada permohonan Yesus di Taman getsemani. Tiga kali Dia meminta kepada Bapa untuk meringankan-Nya dari kemungkinan yang mengagumkan akan Golgota (Mat. 26:44). Sikap Yesus yang merendah bukan didorong oleh rasa takut-Nya terhadap penganiyaan atau kepada orang-orang yang kepadanya Dia datang untuk memberi keselamatan, tetapi kekejaman misi kosmis-Nya. Dia adalah Musa kita yang lebih baik karena tiap kali dia berseru – “Biarkanlah cawan ini lalu daripada-Ku” (lihat ayat 39-44) – selalu disertai dengan penyangkalan diri yang merendah seperti “tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (ayat 39). Dia adalah Musa kita yang lebih baik karena dia tidak membutuhkan tanda-tanda dan mukjizat untuk membuktikan panggilan-Nya ke Golgota. Dia lebih baik karena beban misi-Nya tidak hanya melibatkan suatu bangsa, tetapi juga dunia. Dan karena surga tidak memberikan kepada-Nya rekan dalam penderitaan, tidak ada intervensi Ilahi, tidak ada kaki tangan dalam pengorbanan. Dia harus melangkah kepada pemerasan anggur sendirian.
Di sana, untuk Penderitaan Getsemani tidak ada intervensi Ilahi, tidak ada mukjizat pembebasan. Meskipun roh-Nya tertekan ke bawah oleh beratnya beban dosa-dosa kita, dosa-dosa itu tidak mematahkan. Iman-Nya yang tak tergoyahkan tidak mampu melihat melampaui pintu gerbang kuburan (The Desire of Ages, hlm. 753), tetapi ketika tergoda untuk berhenti Dia mengingat cara Bapa yang mengagumkan untuk menguatkan Dia untuk melalui pelayanan-Nya di bumi, dan Dia dikuatkan untuk mati.
Apakah Anda ditantang hari ini oleh kemungkinan yang membanjiri Anda? Apakah Anda dibanjiri dengan kemungkinan yang tampaknya menantang kemampuan terkuat Anda? Maka lihatlah kepada Yesus. Dia mengetahui jalan untuk melalui padang gurun semua pencobaan kehidupan. Mengetahui Firman-Nya akan menyediakan kebijaksanaan dan keberanian untuk hidup dan bahkan, jika perlu untuk mati sesuai dengan kehendak-Nya.
Source:
- Renungan Pagi 2017 - SESUATU YANG LEBIH BAIK (Dr. Calvin B. Rock)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar