Senin, 05 Juni 2017

RENUNGAN PAGI

Renungan Pagi
 Senin, 05  Juni  2017
 
Solusi Yang Lebih Baik
 
“Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya utuk melihat kerja paksa mereka, lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. Ia menoleh ke sana dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnyalah orang Mesir itu dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir” (Keluaran 2: 11, 12).
 
Tindakan Musa membunuh dan dengan buru-buru mengubur korbannya merupakan kekejian bagi orang Mesir. Dia tidak hanya mengambil nyawa orang lain, tetapi juga tubuhnya dikubur tanpa dibalsem. Karena agama Mesir mengajarkan bahwa mereka yang tubuhnya benar-benar dipersiapkan untuk penguburan yang layak untuk kehidupan di masa yang akan datang, perbuatan Musa adalah perbuatan keji ganda. Dia tidak hanya mengambil kehidupan, ia juga membatalkan semua pengharapan korbannya akan kehidupan setelah kematian.
 
Tetapi sehubungan dengan Yesus, Musa kita yang lebih baik. Dialah korbannya, bukan pelaku kejahatan. Dia tidak menghancurkan kehidupan; Dia menyelamatkan kehidupan. Dia tidak menghapus harapan keabadian; Dia mengembalikannya oleh membangkitkan orang mati, oleh membangkitkan dirinya sendiri, dan dengan berjanji akan kembali lagi untuk penuaian besar atas orang-orang kudus yang masih tertidur.
 
Tubuh Kristus beristirahat di makam tanpa dibalsem, tetapi bagaimanapun dihidupkan kembali, hidup kembali dengan kekuatan yang diam di dalam diri-Nya. Musa menunjukkan kekuatan atas kehidupan fisik dengan mengambil kehidupan yang lain. Yesus menunjukkan kekuasaan atas kehidupan dan kematian dengan menghidupkan Diri-Nya sendiri.
 
Teknik pembalseman Mesir kuno masih menjadi misteri bagi ilmu pengetahuan. Bahkan pengetahuan kita masih belum memungkinkan kita untuk meniru proses tersebut. Kekeliruan teori bangsa Mesir tentang kehidupan setelah kematian, seperti halnya semua agama lain semuanya diungkapkan oleh peristiwa di Golgota. Kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus membuktikan bahwa: (a) “yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tidak tahu apa-apa” (Pkh. 9 :5); dan (c) kebangkitan baik orang benar maupun orang fasik akan diikuti oleh pemberian upah: orang benar menuju kehidupan abadi (1 Tes. 4:14 – 18) dan orang fasik untuk kebinasaan kekal (Mat. 25: 31-41).
 
Pembebasan bangsa Israel kuno dapat mengambil kehidupan, tetapi tidak bisa mengembalikannya. Penyelamat jiwa kita menyerahkan nyawa-Nya dan mengambilnya kembali agar kita bisa hidup selamanya. Dan dengan ini, dan karena begitu banyak sarana lain, Dia adalah Musa kita yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...