Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa
Selasa, 6 Juni 2017
Anjing Kembali Lagi ke Muntahnya
Bacalah 2 Petrus 2:17-22 dan Matius 12:43-45.Apa sajakah bahayanya ketika seorang yang telah menjadi Kristen kembali ke gaya hidupnya yang dahulu?
Petrus sangat prihatin khususnya tentang nasib mereka yang dijerat guruguru palsu terpikat untuk kembali kepada dosa-dosa mereka sebelumnya (2 Ptr. 2:18). Guru-guru palsu menjanjikan kemerdekaan, tetapi sebagaimana yang Petrus tunjukkan, kemerdekaan yang mereka janjikan berbeda secara radikal dengan sifat kemerdekaan yang Yesus janjikan kepada mereka yang mengikuti-Nya.
Lihatlah pada peringatan keras yang Petrus berikan. Adalah lebih baik jika mereka tidak pernah “mengenal Jalan Kebenaran” (2 Ptr. 2:21) daripada mengenalnya tetapi kemudian berbalik kembali kepada cara hidupnya yang lama.
Lihatlah pada peringatan keras yang Petrus berikan. Adalah lebih baik jika mereka tidak pernah “mengenal Jalan Kebenaran” (2 Ptr. 2:21) daripada mengenalnya tetapi kemudian berbalik kembali kepada cara hidupnya yang lama.
Tentu saja, hal ini tidak berarti bahwa keadaan mereka tidak ada harapan. Kita semua mengetahui kisah mereka yang telah berpaling dari Tuhan dan kemudian berbalik kembali. Dan kita tahu bahwa Tuhan sangat senang ketika mereka kembali, dan bersukacita membawa mereka kembali. (Lihat Lukas 15:11-32). Hanya saja, ini berarti bahwa berpaling adalah arah perjalanan yang sangat berbahaya untuk diambil, atau itu juga bukan suatu hal yang menyenangkan. Anjing kembali lagi ke muntahnya adalah cara menggambarkan yang kasar dan keras, tetapi Petrus menyampaikan maksudnya dengan gambaran itu.
Mungkin gema dari kata-kata Yesus dalam 2 Petrus 2:20 itu disengaja (lihat Mat. 12:45; Luk. 11:26). Yesus menceritakan perumpamaan mengenai seorang pria yang telah dibebaskan dari roh jahat. Roh itu mengembara dengan tidak mendapat tempat baginya sendiri, dan kemudian kembali untuk melihat “rumah yang telah kutinggalkan itu” (Mat. 12:44). Dia datang dan mendapati rumah itu kosong dan rapi teratur. Dia kemudian kembali masuk, dan membawa bersamanya beberapa roh yang lain yang lebih jahat dari dirinya sendiri. Seperti yang Yesus katakan: “Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula” (Mat. 12:45). Bahaya yang Yesus gambarkan dan Petrus jelaskan adalah nyata. Orang yang baru menjadi percaya perlu memastikan bahwa hal-hal dari Roh menggantikan hal-hal yang pernah mendominasi hidupnya. Jika keterlibatannya dalam gereja dan kesaksiannya akan imannya yang baru tidak menggantikan kegiatan sekulernya sebelumnya, maka akan mudah sekali bagi orang itu kembali ke jalannya yang lama.
Dengan cara apakah kita sebagai keluarga jemaat dapat memelihara dan memuridkan semua anggota kita dengan cara yang lebih baik, khususnya bagi mereka yang baru?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar