Senin, 05 Juni 2017

RENUNGAN PAGI

Renungan Pagi
Minggu, 4 Juni 2017
 
 
Memilih untuk Menderita
 
“Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa”
(Ibrani 11:24,25).
 
Putri Firaun, seperti yang diharapkan memberikan kepadanya status yang tingi, melihat hal itu maka anak angkatnya akan menerima setiap keuntungan yang terbesar dan terkuat yang Mesir bisa berikan.  Sekarang, dipisahkan dari tangan yang dapat dipercaya yaitu ibunya, ia dengan cepat berubah menjadi bangsawan; anak dari putri Firaun “yang dididik dalam semua hikmat orang Mesir”; dididik dalam pendidikan agama, filsafat dan militer tertinggi Mesir, ia menjadi, seperti yang kemudian di amati oleh Stefanus, “berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya” (Kis. 7:22).
 
Tetapi, saat ia berjalan di tengah kebesaran dan kemegahan istana, kesetiaan yang sejati terbentang untuk kerabat yang tertindas – dia mengamati bangsa Ibrani mengalami banyak penderitaan setiap hari.  Ketika ia “bertambah dewasa”, pilihannya semakin jelas.  Dia memilih untuk menderita bersama budak yang kurang beruntung daripada memerintah dan bersantai di antara masyarakat kalangan atas, bangsa terkuat di bumi.
 
Yesus, Musa kita yang lebih baik, membuat pilihan yang sama ketika Dia meletakkan jubah kemuliaanNya dan dating untuk menderita dengan kita, manusia yang hilang.  Dia tidak hanya direndahkan, tetapi juga ditahan sementara di sini, status yang begitu rendah sehingga Dia pernah dengan sedih mengaku : “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (Mat. 8:20).
 
Tanggapan-Nya terhadap pencobaan terakhir dari tiga pencobaan di padang gurun menyatakan hal itu dengan baik.  Ketiak ditawarkan kerajaan di dunia sebagai hadiah yang berkilauan atas pengakuan terhadap kek8uasaan Lucifer (kekuasaan yang Dia, Sang Pencipta telah memperolehnya), Dia menolak, dengan memilih terus melanjutkan jalan kayu salib yang menyakitkan daripada menyerah kepada kemudahan (Mat. 4:8-11).  Dia memilih untuk menderita sebagai korban daripada menikmati kemudahan, penolakan daripada tepuk tangan, dan kematian yang terhormat daripada meningggalkan misi-Nya.
 

Musa meninggalkan semuanya ! Uang, kehormatan, pengakuan, dan hamba – semua hiasan kekuasaan yang hati manusia begitu dambakan.  Tetapi Yesus meninggalkan lebih daripada itu—lebih besar daripada tingginya langit dengan bumi.  Inilah sebabnya mengapa pengorbanan-Nya jauh lebih besar, seperti hal-nya sinar matahari yang berseri-seri dan cahaya yang berkelip-kelip dari Musa yang bahkan sangat perkasa itu.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...