Minggu, 04 Juni 2017

PELAJARAN SEKOLAH SABAT TRIWULAN II 2017

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa
Minggu, 4 Juni 2017
Nabi-nabi dan Guru-guru Palsu
Terkadang dengan mudah membanggakan gereja yang mula-mula, membayangkannya sebagai suatu masa yang penuh kedamaian dan harmonis di antara umat mula-mula yang percaya Yesus.
Pendapat itu adalah sesuatu yang keliru. Dari zaman Yesus pun gereja telah menghadapi pergumulan, seringkali dari dalam (pikirkan mengenai Yudas). Sebagaimana ditunjukkan oleh surat-surat Perjanjian Baru, banyak masalahnya datang dari ajaran-ajaran sesat di antara mereka. Gereja mula-mula bergumul bukan hanya dengan penganiayaan dari luar tetapi juga masalah dari dalam. Dalam suratnya ini Petrus berhadapan dengan beberapa tantangan internal itu. Apakah itu? “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengahtengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. Dan karena serakahnya guruguru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan cerita-cerita isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda” (2 Ptr. 2:1-3). Tidak terdengar seperti masa yang penuh damai dan kerukunan internal di antara mereka, bukan?
Bacalah 2 Petrus 2:1-3, 10-22. Tentang apakah yang Petrus peringatkan di sini? Sebutkan beberapa hal yang salah yang sedang digalakkan di dalam gereja? 
Dua Petrus 2:1 kemungkinan besar mengungkapkan alasan Tuhan memberikan inspirasi kepada Petrus untuk menuliskan suratnya. Dia memperingatkan mereka bahwa sebagaimana nabi-nabi palsu telah ada dahulu, akan ada guruguru palsu di masa yang akan datang. Petrus menguraikan seluruhnya rangkaian serangan terhadap guru-guru ini, segala sesuatu dari “pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan” (2 Ptr. 2:1) yang menuntun mereka yang tidak waspada kepada perhambaan kebinasaan (2 Ptr. 2:19) dan sejumlah kesalahan lainnya juga. Dari apa yang ditulisnya, kita dapat melihat bahwa ajaran ini sangatlah berbahaya, yang menjelaskan mengapa dia bereaksi sebegitu keras terhadap mereka. Tidak ada dalam benak Petrus bahwa doktrin itu tidak penting.
Lihatlah betapa keras Petrus melawan ajaran-ajaran sesat ini. Apakah yang hal ini katakan kepada kita tentang betapa pentingnya kebenaran itu? Bagaimanakah kita dapat melindungi diri kita terhadap setiap dan semua upaya yang membawa doktrin sesat ke dalam gereja?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...