Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa
Senin, 5 Juni 2017
Kemerdekaan di dalam Kristus?
“Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan” (2 Ptr. 2:18). Tentang apakah yang Petrus peringatkan dalam ayat ini? Apakah yang dikatakannya dalam 2 Petrus 2:19 yang menolong menjelaskan kekhawatirannya? Apakah pentingnya kata “kemerdekaan” atau “kebebasan”(NKJV) di ayat 19?
Dalam bahasa yang paling keras, Petrus memberikan kepada pembacanya peringatan terhadap bahaya guru-guru palsu. Dalam 2 Petrus 2:18-21 dia memperingatkan bahwa guru-guru palsu ini, sementara menjanjikan kebebasan dan kemerdekaan, sebenarnya akan menuntun mereka kepada perhambaan.
Betapa suatu penyimpangan yang sempurna dari Injil! Kebebasan di dalam Kristus harus berarti kebebasan dari perhambaan dosa (Rm. 6:4-6). Setiap konsep kebebasan di dalam Kristus yang meninggalkan seseorang dalam belenggu dosa adalah jenis penyesatan yang Petrus peringatkan. Meskipun para pakar berdebat soal apa sebenarnya ajaran sesat yang dihadapinya di sini, hal itu jelas terkait dengan seluruh masalah dosa dan orang yang menjadi hamba baginya.
Bacalah Yohanes 8:34-36. Bagaimanakah perkataan Kristus di sini menolong kita untuk memahami apa yang Petrus katakan?
Apa pun yang guru-guru palsu ini sampaikan, mereka sedang menuntun kor bannya-mereka yang baru saja menemukan Tuhan Yesus—kembali ke jalan hidup mereka yang lama. Sangat mudah memikirkan jenis Injil kasih karunia murahan yang meremehkan kebutuhan untuk kemurnian dan kesucian, sesuatu yang menyebabkan mereka terperangkap lagi dalam “kebinasaan” (2 Ptr. 2:19) dunia yang sangat buruk yang mereka baru saja tinggalkan. Tidak heran Petrus berbicara begitu tajam dan sangat keras melawan ajaran ini dan memperingatkan tentang apa akibatnya mengikuti mereka jadinya.
Apakah yang Anda pahami mengenai kemerdekaan di dalam Kristus itu seharusnya? Dari apakah Kristus telah memerdekakan Anda?
Tuhan memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar