Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa
Kamis, 8 Juni 2017
Pelajaran Lainnya dari Perjanjian Lama
Bacalah 2 Petrus 2:6-16. Apakah contoh lain yang Petrus gunakan untuk memberikan peringatannya tentang ke mana kita dapat dituntun oleh kefasikan?
2 Petrus 2:6-16, "6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, 7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, -- 8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa --9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, 10 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan, 11 padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah. 12 Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, 13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu. 14 Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! 15 Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. 16 Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu."
Referensi mendasar yang pertama mengenai Sodom dalam Alkitab adalah Kejadian 12:12, 13. Lot dan Abraham memutuskan untuk berpisah karena alasan “keuangan”. Lot memilih lembah Yordan, dan “berkemah di dekat Sodom” (Kej. 13:12). Alkitab kemudian berkomentar, “Adapun orang Sodom sangat jahat, dan berdosa terhadap TUHAN” (Kej. 13:13). Di kemudian hari, ketika Allah memperingatkan Abraham bahwa Dia berencana untuk menghancurkan Sodom, Abraham mengadakan kesepakatan bahwa Allah tidak akan menghancurkannya jika terdapat 10 orang benar di sana (Kej. 18:16-33). Ketidakmungkinan menemukan meskipun 10 orang benar di Sodom cukup ditunjukkan oleh apa yang terjadi dengan utusan yang dikirim untuk mengunjungi Lot. Alhasil, kota ini dihancurkan; hanya Lot dan kedua putrinya yang lolos (Kej. 19:12-25).
Petrus mengambil dua pelajaran dari kisah ini. Pertama, kedua kota itu menjadi contoh hukuman yang datang kepada orang fasik (2 Ptr. 2:6). Kedua, hal itu menunjukkan bahwa Tuhan tahu bagaimana menyelamatkan orang saleh dari pencobaan (2 Ptr. 2:7-9). Petrus kemudian mencatat beberapa karakteristik dari mereka yang dibinasakan di Sodom dan Gomora: Mereka menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan menghina pemerintahan Allah, berani dan angkuh, dan tidak segan-segan menghujat kemuliaan (2 Ptr. 2:10, 11). Karakteristik ini memiliki kesamaan dengan bagaimana yang Petrus jelaskan mengenai guru-guru palsu dan para pengikutnya.
Kisah Bileam terdapat dalam Bilangan 22:1-24:25. Dia telah dibayar oleh Balak, raja Moab, untuk mengutuk orang Israel. Pada awalnya enggan, dia akhirnya dibujuk untuk melakukan tugas ini dengan tawaran sejumlah uang yang lebih besar (Bil. 22:7-21). Dalam perjalanan ia berhadapan dengan “malaikat Tuhan” dan diselamatkan dari kematian hanya karena sewaktu keledainya menyimpang. Bileam kemudian memukul keledainya dan baru menyadari kesalahannya ketika matanya terbuka, dan ia melihat “malaikat TUHAN” sendiri (Bil. 22:22-35). Pada akhirnya, Bileam akhirnya memberkati Israel (Bil 23:4-24:24). Petrus menggunakan Bileam sebagai contoh dari mereka yang tertarik dengan perzinaan dan keserakahan (2 Ptr. 2:14, 15). Orang-orang seperti itu bagaikan Bileam. Mereka telah meninggalkan jalan yang mereka harus ikuti.
Pikirkanlah mengenai semua yang telah diberikan kepada kita, baik yang dalam Alkitab dan dalam tulisan-tulisan Ellen G. White. Karena itu, mengapakah kita sebagai anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tidak bisa mengatakan bahwa kita tidak diperingatkan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar