Senin, 26 Juni 2017
Janji yang Lebih Baik
"Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: 'Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersamasama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya"' (Ulangan 37:7).
Di sanalah ia berdiri: Seorang yang agung, sosok yang mulia, sekarang mem bungkuk dan berambut putih di makan usia tetapi tetap memiliki hati dan tangan yang kukuh, mendapat pemberitahuan dari Allah bahwa sudah waktunya bagi dia untuk mati! Apakah yang dia katakan dalam pidato perpisahan - nya kepada bangsa itu, seorang yang sadar sepenuhnya mengenai kematiannya yang akan datang, ketika mereka berdiri membungkuk dengan menunggu dalam keheningan? Dia menguatkan mereka dengan mengingatkan kembali tuntunan Tuhan selama tahun-tahun perjalanan mereka, dengan mengajak agar bekerjasama dengan penggantinya Yosua dan dengan mengingatkan mereka mengenai janji perjanjian yang menuntut ketaatan mereka.
Tetapi mereka tidak menurut. Mereka gagal mematuhi petunjuk Tuhan atau percaya kepada janji-Nya. Bahkan, ketidaktaatan mereka yang keras kepala selama tahun-tahun kepemimpinan Yosua malah menjadi dasar sikap dan tindakan yang lebih jauh yang akhirnya menyebabkan keturunan mereka menolak Mesias.
Yesus juga memberikan kata-kata perpisahan. Hal ini dicatat dalam Yohanes 14 sampai 17. Dalam perjalanan-Nya menuju ke salib dalam kesadaran penuh bahwa saat -Nya telah tiba, Dia mengucapkan berkat, menjajikan sumber daya, menuntut ketaatan, dan menyatakan bahwa Penerus-Nya, Roh Kudus, akan diutus oleh Bapa untuk bekerja bahkan pada skala yang lebih besar daripada yang Dia sendiri bisa lakukan.
Dalam pernyataan terakhirnya, Kristus merincikan kepada murid-murid-Nya sejumlah karunia yang dijanjikan. Di antaranya adalah: Rumah (Yoh. 14:2), damai sejahtera (ayat 27), produktivitas (Yohanes 15:5), sukacita (ayat 11),jawaban doa (Yoh. 14:13, 14), kesatuan (Yoh. 17:21-23), dan pengudusan (ayat 17-19).
Mungkin janji yang paling penting dari ucapan syukur-Nya, adalah Roh Kudus (Yohanes 16:7-16). Musa mengumumkan, menyebutkan, dan menampilkan Yosua sebagai penggantinya. Yesus, Musa kita yang lebih baik, mengumumkan, menyebutkan, dan menjanjikan Roh Kudus sebagai pengganti-Nya. Dan Roh Kudus sekarang melayani di antara kita; membujuk, memberi petunjuk, memberi kuasa, dan mengarahkan kita secara individu dan kelompok dalam perjalanan kerajaan kita. Bayangan Kanaan surgawi mengundang di hadapan kita. Perjalanan kita masuk ke dalam kebahagiaannya terikat selamanya pada kesediaan kita untuk mendengar suara-Nya dan mengikuti jejak-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar