Selasa, 27 Juni 2017

PELAJARAN SEKOLAH SABAT

Minggu, 25 Juni 2017
Penganiaya Orang Kristen 
Saulus dari Tarsus pertama kali muncui dalam Kisah Para Rasul sebagai salah seorang yang terlibat dalam perazaman Stefanus (Kis. 7:58) dan kemudian sehubungan dengan penganiayaan yang lebih hebat yang terjadi di Yerusalem (Kis. 8:15). Petrus, Stefanus, Filipus, dan Paulus memainkan peran penting dalam kitab Kisah Para Rasul karena mereka terlibat dalam peristiwa yang menyebabkan penyebaran iman Kristen di luar bangsa Yahudi. Stefanus khusus-nya berperan penting karena khotbah dan kematiannya tampaknya memiiiki pengaruh besar pada Saulus dari Tarsus.
Stefanus sendiri adalah seorang Yahudi yang berbahasa Yunani, dan salah satu dari tujuh diaken mula-mula (Kis. 6:36). Menurut Kisah Para Rasul, sekelompok orang Yahudi asing yang datang untuk tinggal di Yerusalem (Kis 6:9) bersoal Jawab dengan Stefanus mengenai isi dari khotbahnya tentang Yesus. Adalah mungkin, atau kemungkinan besar, Saulus dari Tarsus terlibat dalam perdebatan mi ini.
Baca Kis. 6:9-15. Apakah akibat yang terjadi pada Stefanus? Akibat tersebut mengingatkan Anda tentang apa? (Lihat juga Mat. 26:59-61.) 
Permusuhan sengit terhadap khotbah Stefanus tampaknya disebabkan oleh dua hal yang berbeda. Di satu sisi, Stefanus memicu kemarahan lawan-lawannya dengan tidak menempatkan kepentingan utama pada hukum Yahudi dan bait suci, yang telah menjadi titik fokus Yudaisme dan merupakan simbol utama agama dan identitas nasional. Tetapi Stefanus melakukan lebih daripada sekadar meremehkan dua lambang berharga tersebut; dengan penuh semangat ia menyatakan bahwa Yesus, Mesias yang disalibkan dan yang bangkit itu, merupakan pusat iman Yahudi sejati. 
Jadi tidak mengherankan bahwa Saulus marah, Saulus orang Farisi (Flp 3:3-6), yang semangatnya menentang orang Kristen mula-mula menunjukkan bahwa ia mungkin adalah anggota sayap Farisi yang militan dan keras, seorang yang penuh semangat revolusioner. Saulus melihat bahwa Janji-Janji nubuatan besar tentang Kerajaan Allah belum digenapi (Dan. 2; Za. 8: 23; Yes. 40-55) dan ia mungkin percaya bahwa menjadi tugasnyalah untuk membantu Tuhan mewujudkan hal itu---yang bisa dilakukan dengan cara membersihkan Israel dari penyelewengan agama, termasuk gagasan bahwa Yesus adalah Mesias. 
Karena yakin bahwa dia benar, Saulus berencana untuk menghukum mati orang yang dia pikir salah. Sementara kita memerlukan hasrat dan semangat untuk apa yang kita percaya, bagaimanakah kita belajar memperlembut semangat kita dengan kesadaran bahwa, suatu saat, mungkin saja kita salah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...