Selasa, 27 Juni 2017

RENUNGAN PAGI

Selasa 27 Juni
Tanah yang Kudus 
"Dan berkata kepada segenap umat Israel: 'Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka la akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya"' 
(Bilangan 74:7, 8) 
Kanaan digambarkan dalam Alkitab dengan istilah yang paling menarik: Ta­nah yang melimpah dengan susu dan madu, tanah yang subur, tanah di mana tumbuh-tumbuhan yang lezat bertumbuh dalam jumlah yang besar-ta­nah perjanjian yang indah. 
Mesir bukannya tidak memiliki pesonanya sendiri; Mesir adalah negeri per­dagangan yang sangat maju dan indah. Tetapi keuntungan seperti itu ditolak oleh para budak yang menderita yang keselamatannya telah diatur oleh Allah melaui pembebas mereka, Musa. 
Kanaan, di sisi lain, menjanjikan kebebasan penuh, kebangsaan yang ung­gul, makanan berlimpah, pemandangan yang menarik, sumber daya alam yang melimpah, dan harta benda yang sangat banyak. Di sana mereka akan menun­dukkan semua musuh mereka dan, dalam kenikmatan kedamaian, hidup baha­gia selamanya. 
Tidak heran jika Kanaan begitu dirindukan. Mereka didorong ke arah jan­ji-janji tersebut ketika menghadapi kesulitan Mesir dan ditarik kepada kebera­daannya oleh visi kenikmatannya yang berlimpah yang disebutkan di atas. Janji Allah kepada Abraham bahwa keturunannya kelak akan menetap di sana telah kehilangan daya tariknya selama masa penawanan mereka. Tetapi peristiwa Ke­luaran sekarang menghidupkan kembali harapan rumah yang bahagia. 
Musa ditunjuk secara Ilahi untuk memimpin mereka ke sana dan dituntun untuk berhasil dalam tanggung jawab itu. Tetapi ketika, setelah 40 tahun peme­rintahan yang penuh ketegangan, dia berdiri di pantai Kanaan, dia, karena ke­salahannya di Horeb, menolak hak yang mulia tersebut. Kesalahannya dengan memukul batu mendiskualifikasi dia untuk masuk. 
Tidak seperti Musa, putra Amram dan Yokhebed, Yesus, Anak Allah dan Anak Manusia, tanpa turun dari takhta, hak untuk memimpin umat-Nya ke ru­mah. Dia menghidupkan kehidupan dalam keselarasan yang sempurna dengan kehendak Bapa. Dia "sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya'' (Yes. 53:9). 
Suatu hari nanti segera Dia akan kembali untuk membawa kita ke Kana­an, di mana mereka akan "menanami kebun-kebun anggur dan memakan bu­ahnya juga'' (Yesaya 65:21), di mana "singa akan makan jerami seperti lembu" (ayat 25), di mana "mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang­orang tuli akan dibuka'' (Yes. 35:5, 6), dan di mana mereka tidak akan menja­di tua dan akan mengikut Anak Domba-Musa kita yang lebih baik-ke mana pun Dia pergi! (Lihat Why 14:4).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...