Minggu, 25 Juni 2017

RENUNGAN PAGI

Minggu, 25 Juni 2017
Kematian yang Terhormat
"Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TU HAN" (Ulangan 34:5). 
Musa diperintahkan untuk mati. Petunjuk Allah adalah: "Naiklah ke atas pegunungan Abarim, ke atas gunung Nebo, yang di tanah Moab, di ten­tangan Yerikho, dan pandanglah tanah Kanaan yang Kuberikan kepada orang Israel menjadi miliknya, kemudian engkau akan mati di atas gunung yang akan kaunaiki itu" (Ul. 32:49, 50). 
Lagi pula Musa akan mati. Sebagai gantinya terlihat hingga berusia 120 ta­hun, ia mungkin dapat dilihat setelah berusia 130 atau 140 atau 150 tahun. Te­tapi akhirnya, seperti kepada semua keturunan Adam, ia akan jatuh di bawah keputusan Eden yang tidak dapat dibantah: "sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu" ( Kej. 3:19). 
Kesalahan Musa dalam menggantikan kekuatan iman di Horeb adalah sa­lah satu penyebab dia tidak diperbolehkan masuk ke Kanaan. Tetapi itu adalah kecenderungan berdosa sifat alaminya yang menjamin tempat terakhirnya de­ngan seluruh umat manusia di kuburan yang tenang. Rasa frustrasi terhadap bangsa itu mempercepat kematiannya dan mengubah strategi keluar Allah bagi dia. Tetapi kematiannya, seperti kepada seluruh umat manusia, tidak dapat di­elakkan. 
Yesus, yang adalah Musa kita yang lebih baik, juga mati. Meskipun harapan hidup di zaman-Nya singkat, Dia meninggal jauh lebih muda daripada orang dengan kesehatan yang sempurna seperti Dia. Dia, seperti yang Yesaya katakan, "ia terputus dari negeri orang-orang hidup" (Yes. 53:8). Dia meninggal bukan karena marah kepada orang yang untuknya Dia datang memberi keselamatan, tetapi menderita oleh kondisi mereka yang tidak berdaya. Dengan sukarela Dia "memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku ke­pada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mu­kaku ketika aku dinodai dan diludahf' (Yes. 50:6). Dia meninggal karena ditu­duh, diperlakukan dengan keji, memar, dan hati-Nya yang hancur karena peng­khianatan kita dan bukan karena kesalahan-Nya. Ketika Ia naik ke Bukit Golgo­ta, kepada-Nya tidak diberikan pandangan yang merangsang akan masa depan yang mulia atau janji akan bangkit dari kubur. 
 Frustrasi Musa karena ketidaktaatan Israel menghasilkan kematian yang wajib di Gunung Nebo. Penerimaan Kristus terhadap dosa-dosa kita mengha­silkan kematian-Nya secara sukarela di Gunung Golgota. Dan inilah alasan mengapa Ia memenuhi syarat sebagai Musa kita yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...