Sabtu, 24 Juni 2017
PAULUS: RASUL UNTUK BANGSA LAIN
SABAT PETANG
BACALAH UNTUK PELAJARAN PEKAN INI : KIS 6: 9-15; 9: 1-9, 1 Sam. 16:7; Mat. 7:1 Kis 11:19-21; 15:1-5.
Ayat Hafalan: ”Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: 'Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup’” (Kisah Para Rasul 11.18)
Tidak sulit untuk memahami Saulus dari Tarsus juga dikenal sebagai rasul Paulus setelah penobatannya), dan mengapa ia melakukan apa yang ia lakukan. Sebagai seorang Yahudi yang taat, yang sepanjang hidupnya diajarkan tentang pentingnya hukum dan tentang kemerdekaan politik Israel yang tidak lama lagi akan terjadi, sukarlah baginya menyetujui ajaran bahwa Mesias yang sudah lama ditunggu-tunggu itu ternyata dibunuh secara memalukan sebagai penjahat ulung.
Maka tidak heran, ia merasa yakin bahwa para pengikut Yesus tidak setia pada Hukum Taurat, dan dengan demikian, menghambat rencana Allah bagi Israel. Ajaran mereka bahwa Yesus yang disalibkan itu adalah Mesias dan bahwa la telah bangkit dari antara orang mati, diyakininya sebagai kemurtadan terhebat. Tidak akan ada toleransi untuk omong kosong seperti itu atau bagi siapa saja yang tidak mau meninggalkan gagasan-gagasan semacam itu. Saulus bertekad untuk menjadi agen Allah untuk membersihkan lsrael dari kepercayaan tersebut. Oleh karena itu, ia pertama kali muncul di halaman Alkitab sebagai penganiaya terhadap sesama orang Yahudi, yaitu mereka yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias.
Namun, Allah memiliki rencana yang jauh berbeda untuk Saulus, rencana yang ia sendiri tidak pernah bayangkan: Orang Yahudi ini tidak hanya akan memberitakan Yesus sebagai Mesias, ia juga akan melakukan hal itu di antara bangsa-bangsa lain!
* Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat 1 Juli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar