Kamis, 22 Juni 2017
DIMAMPUKAN MELALUI PENDERITAAN
Ibrani 2:10
"Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah-yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan”, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan”
"Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah-yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan”, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan”
Cara lain ketika Musa bertindak sebagai tipe Kristus adalah melalui dijadikan “sempurna melalui penderitaan.” Dia didisiplin “dalam sekolah penderitaan dan kemiskinan” (Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 81, 82) dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk tugas yang berat memimpin umat Allah dari Mesir menuju Kanaan.
Yesus, Musa kita yang lebih baik, yang memimpin umat-Nya, gereja universal, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, dari perbudakan Mesir dosa menuju Kanaan surgawi, juga didisiplin oleh penderitaan. Dia memasuki pertarungan-Nya dengan Setan bukan dengan kekuatan Ilahi yang tinggal di dalam Dia dari kekekalan, tetapi dengan karakter yang dikembangkan oleh ketaatan dan pencobaan kemanusiaan-Nya.
Kita semua dilahirkan dengan sifat atau kecenderungan kehendak yang jahat; kita tidak punya pilihan. Menjadi manusia berarti memiliki gravitasi alami terhadap dosa. Karakter, di sisi lain, bukanlah apa adanya ketika kita dilahirkan; itu adalah hasil dari kehidupan yang kita jalani. Ini adalah pola abadi seseorang dari tanggapan terhadap kehendak Allah. Dan orang-orang yang paling berguna dan saleh selama berabad-abad adalah mereka yang tabiatnya telah ditempa dalam api penderitaan.
Sementara menggembalakan di Florida Tengah di awal pelayanan saya, saya melihat bahwa perusahaan jeruk yang besar di daerah itu selalu senang dengan hari “cold snaps”----ketika cuaca tidak hanya dingin, tetapi sangat dingin. Mengapa? Karena suasana dingin ini akan merangsang daging buah dan menghasilkan jeruk yang manis. Musim dingin yang hangat tidak menghasilkan tuaian yang manis; sedikit beku terkadang diperlukan.
Sama halnya dengan hidup. Keadaan tidak nyaman kita adalah guru yang lebih baik daripada hari kita yang mudah dan berkecukupan. Pemolesan tabiat kita-pemahatan tepian yang kasar, pemangkasan, penggoresan dan pengirisan bagian-bagian yang buruk, mendisiplin pengorbanan dan ketangguhan, pelajaran dari kehilangan dan kekecewaan yang menyakitkan-adalah penebusan.
Tidak, kita tidak dibebaskan dari penderitaan. Kita dibentuk, diasah, dan dipermanis dengan rasa sakit, kemudian siap untuk hidup lebih produktif di dunia ini, dan kemudian dalam kekekalan mengikuti Anak Domba yang menderita demi untuk memahami rasa sakit kita dan mati sebagai korban yang sempurna.
Yesus, Musa kita yang lebih baik, yang memimpin umat-Nya, gereja universal, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, dari perbudakan Mesir dosa menuju Kanaan surgawi, juga didisiplin oleh penderitaan. Dia memasuki pertarungan-Nya dengan Setan bukan dengan kekuatan Ilahi yang tinggal di dalam Dia dari kekekalan, tetapi dengan karakter yang dikembangkan oleh ketaatan dan pencobaan kemanusiaan-Nya.
Kita semua dilahirkan dengan sifat atau kecenderungan kehendak yang jahat; kita tidak punya pilihan. Menjadi manusia berarti memiliki gravitasi alami terhadap dosa. Karakter, di sisi lain, bukanlah apa adanya ketika kita dilahirkan; itu adalah hasil dari kehidupan yang kita jalani. Ini adalah pola abadi seseorang dari tanggapan terhadap kehendak Allah. Dan orang-orang yang paling berguna dan saleh selama berabad-abad adalah mereka yang tabiatnya telah ditempa dalam api penderitaan.
Sementara menggembalakan di Florida Tengah di awal pelayanan saya, saya melihat bahwa perusahaan jeruk yang besar di daerah itu selalu senang dengan hari “cold snaps”----ketika cuaca tidak hanya dingin, tetapi sangat dingin. Mengapa? Karena suasana dingin ini akan merangsang daging buah dan menghasilkan jeruk yang manis. Musim dingin yang hangat tidak menghasilkan tuaian yang manis; sedikit beku terkadang diperlukan.
Sama halnya dengan hidup. Keadaan tidak nyaman kita adalah guru yang lebih baik daripada hari kita yang mudah dan berkecukupan. Pemolesan tabiat kita-pemahatan tepian yang kasar, pemangkasan, penggoresan dan pengirisan bagian-bagian yang buruk, mendisiplin pengorbanan dan ketangguhan, pelajaran dari kehilangan dan kekecewaan yang menyakitkan-adalah penebusan.
Tidak, kita tidak dibebaskan dari penderitaan. Kita dibentuk, diasah, dan dipermanis dengan rasa sakit, kemudian siap untuk hidup lebih produktif di dunia ini, dan kemudian dalam kekekalan mengikuti Anak Domba yang menderita demi untuk memahami rasa sakit kita dan mati sebagai korban yang sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar