Jumat, 23 Juni 2017

PELAJARAN SEKOLAH SABAT

Kamis, 22 Juni 2017
Keutamaan Alkitab
Bacalah ayat-ayat berikut. Apakah yang ayat-ayat tersebut katakan tentang Alkitab yang bisa menolong kita sekarang ini memahami bagaimana sebaiknya peran Alkitab dalam kehidupan dan iman kita? 

1 Ptr. 1:10–12
2 Ptr. 1:16–20
2 Ptr. 3:2
2 Ptr. 3:16

Dalam suratnya yang kedua, Petrus menentang guru-guru palsu. Dia mengarahkan pembacanya kepada dua sumber otoritas ketika ia mengatakan, “supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu” (2 Ptr. 3:2). Sekarang ini kita memiliki sumber yang sama kepada perkataan “nabi-nabi kudus”—yaitu, Perjanjian Lama. Tidak ada lagi rasul-rasul yang hidup untuk kita tentunya, tetapi dalam pengertian bahwa kita memiliki sesuatu yang lebih baik: Kesaksian mereka yang diilhami, sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian Baru. Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes meninggalkan kepada kita kisah kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus yang pasti. Dalam Kisah Para Rasul, meninggalkan kepada kita catatan kegiatan para rasul. Dan tentu saja kita dapat membaca perkataan-perkataan yang diilhami dari para rasul sendiri. Paulus menulis dengan tegas otoritas Firman Allah (2 Tim. 3:16). Petrus, kemudian, mengarahkan pembacanya kepada Kitab Suci sebagai sumber otoritas doktrinal dan moral. 

Dalam 2 Petrus 3:16, Petrus memperingatkan para pembaca dan pendengarnya bahwa meskipun Alkitab adalah sumber kebenaran, tanpa perhatian yang teliti terhadap pekabaran yang Roh Kudus inginkan kita pahami, sumber kebenaran itu sendiri dapat disalahpahami, dan hal ini dapat mengakibatkan konsekuensi yang mengerikan. 

Kata-katanya haruslah menjadi pengingat yang baik bagi kita sekarang ini mengenai prinsip dasar dalam mempelajari Alkitab. Kita haruslah membaca bagian Alkitab dengan doa. Kita sebaiknya membacanya dengan mempertimbangkan konteks dalam pasal itu, keseluruhan buku dan Alkitab itu sendiri. Apakah yang secara khusus penulis sedang bicarakan ketika dia menulis? Kita harus membacanya dalam konteks sejarah saat tulisan itu ditulis. (Dalam halnya 1 dan 2 Petrus, lingkungan sejarahnya adalah Kekaisaran Romawi di abad pertama). Kita harus membacanya dengan mencari wawasan rohani dan dengan pengetahuan bahwa keselamatan itu dihasilkan oleh kematian pengorbanan Kristus sebagai pusat pekabaran Alkitab itu (1 Ptr. 1:10-12). Akhirnya, kita haruslah membacanya dalam konteks kehidupan kita sendiri. Apakah kebenaran yang Allah ingin kita peroleh? Bagaimanakah kita dapat menerapkan Firman yang tertulis itu bagi kehidupan kita sendiri sehingga hal itu akan memberikan kontribusi positif bagi Kerajaan Allah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...