Sabtu, 24 Juni 2017

RENUNGAN PAGI

Sabtu, 24 Juni 2017
Yesus: Penanggung Dosa Kita
 "Lalu pergilah Musa dan imam Eleazar dan semua pemimpin umat itu sampai ke luar tempat perkemahan untuk menyongsong mereka. Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan" 
(Bilangan 37:73, 74) 
Musa bukan salah satu dari para pemimpin yang "utamakan selamat" yang keinginannya untuk popularitas meredam keberaniannya. Dia tidak de­mikian, karena begitu banyak pemimpin saat ini, bersalah karena "menghindari risiko:' Dia mengkhotbahkan ketaatan dan memerintahkan kehormatan. Keti­ka bangsa itu berdosa, termasuk prajurit yang tidak taat yang menentang perintah Tuhan karena membiarkan elemen tertentu dari Midian yang mereka tak­lukkan, ia menegur mereka dengan tegas. Rasa hormat Musa yang tinggi terha­dap kebenaran membuat dia memiliki toleransi yang rendah terhadap kesalah­an. Demikian juga dengan, yang ia gambarkan, yang kita sebut Musa yang lebih baik-Yesus Kristus. 
Kebenarannya adalah bahwa Allah kita membenci dosa: Dosa besar, dosa kecil, dosa yang direncanakan, dosa spontan, dosa publik, dosa rahasia, do­sa Sabat, dosa pada hari kerja, dosa kelalaian, dosa yang disengaja. Semua do­sa adalah keji dalam pandangan-Nya dan bertentangan dengan kehendak-Nya. Dia mengasihi orang berdosa, tetapi ia membenci dosa dan telah berjanji untuk membuangnya dari apa dinyatakan murni, alam semesta-Nya yang kudus. 
Apa yang benar-benar mengejutkan, menakjubkan, dan yang tak dapat di­percaya adalah bahwa Dia yang begitu sepenuhnya membenci dosa bersedia menurunkan martabatnya kepada keadaan yang begitu menjijikkan dimana kemanusiaan-Nya yang murni digantikan dengan kesesatan kita yang keji, se­hingga menanggung murka Bapa dan menjamin keselamatan kita. 
Kebencian Musa terhadap dosa dan kasihnya kepada umatnya membuat dia menjadi sukarelawan untuk mati di tempat mereka-tawaran itu Tuhan tolak (Kel. 32:32, 33). Yesus, Musa kita yang lebih baik, juga secara sukarela menye­rahkan hidup-Nya dalam kematian penebusan-tawaran itu diterima Bapa. Ini adalah inti dari kata-kata Yesaya: "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberon­takan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang menda­tangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh" (Yes 53:5). 
Kristus datang untuk mati menggantikan kita adalah risiko terbesar, hadi­ah tertinggi, dan tindakan kasih karunia yang paling berani yang tersedia bagi umat manusia. Itu adalah keajaiban zaman, misteri keselamatan dan persoalan, yang orang-orang tebusan akan pelajari dengan kekaguman yang abadi sepan­jang masa kekekalan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...