Jumat, 23 Juni 2017

PELAJARAN SEKOLAH SABAT

Jumat, 23 Juni 2017
Pendalaman - Tema Utama Dalam 1 Dan 2 Petrus
Pendalaman: Di tengah-tengah suratnya yang sarat dengan teologi sekalipun, Petrus memasukkan penekanan yang kuat pada kehidupan Kristiani dan bagaimana kita memperlakukan satu sama lain. Dengan kata lain, benar, kita perlu mengetahui kebenaran di dalam Yesus itu. Namun, yang lebih penting juga, kita perlu menghidupkan kebenaran itu. Di awal, kita telah mendapatkan ucapan yang dalam: “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu” (1 Ptr. 1:22). Perhatikanlah bagaimana dia menghubungkan penyucian diri dengan ketaatan kepada kebenaran. Kebenaran mengubah kita, membuat kita menjadi manusia yang mencintai satu sama lain dengan sungguh-sungguh dan dengan “segenap hati.” Ketaatan, segenap hati, dan kasih-ketiganya terkait satu sama lain. Untuk tujuan inilah kita harusnya berjuang. Dapatkah Anda bayangkan betapa berbeda jadinya kehidupan kita dan gereja kita seandainya kita mengikuti tuntutan ini? Coba bayangkan bila demikian apa yang akan terjadi bagi persatuan gereja, dengan hal ini saja. “Saudara-saudara, akankah Anda membawa kerinduan Kristus itu bersamamu ketika Anda kembali ke rumah dan gerejamu? Akankah Anda menyingkirkan ketidakpercayaan dan sifat mengkritik? Kita tiba pada waktu di mana, kita perlu untuk bertarung bersama, bekerja dalam persatuan, lebih sungguh-sungguh daripada sebelumnya. Dalam persatuan ada kekuatan. Dalam perselisihan dan perpecahan yang ada hanyalah kelemahan.”—Ellen G. White, Selected Messages, buku 2, hlm. 373, 374.. 

Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan: 

1. Dalam 2 Petrus 3:12, rasul Petrus menulis bahwa kita harus “menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.” Apakah yang dimaksudkannya bahwa kita harus “mempercepat” hari Allah? Bagaimanakah kita mempercepat hari Allah itu, yakni, hari Kedatangan Kedua? 

2. Kita mengatakan bahwa alam adalah “buku Allah yang kedua.” Celakanya, sebagaimana dengan buku Allah yang pertama (Alkitab), buku yang kedua ini dapat juga disalahtafsirkan. Contohnya, bagi orang banyak pekabaran mengenai alam dengan rancangan dan tujuan telah dihilangkan, digantikan oleh teori Darwin tentang mutasi acak dan seleksi alam. Dunia ini, dikatakan, benar-benar tanpa rancangan; tapi, hanya seperti apa yang kita lihat saja. Jika demikian, bagaimanakah kita membaca dan menafsirkan buku yang kedua ini dengan benar? Apakah keterbatasan buku yang kedua itu dapat ajarkan kepada kita mengenai Allah? Bantuan apakah yang dapat kita peroleh dari buku yang pertama yang dapat menolong kita memahami buku yang kedua dengan semestinya? Apakah yang akan terjadi ketika penafsiran kita mengenai alam (buku yang kedua), bertentangan dengan penafsiran kita akan buku yang pertama (Alkitab)? Di manakah masalahnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...