Senin, 19 Juni 2017
Bagaimanakah Kita Harus Hidup?
Suatu tema yang lebih sering Petrus ulang-ulangi daripada yang lain dinyatakan dengan pertanyaan yang ditanyakannya dalam 2 Petrus 3:11: “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.”
Bacalah ayat-ayat berikut. Apakah yang Petrus katakan mengenai perilaku Kristiani? 1 Ptr. 1:15–17, 22; 1 Ptr. 2:1; 1 Ptr. 3:8, 9; 1 Ptr. 4:7–11; 2 Ptr. 3:11.
Petrus mengkaji perilaku Kristiani beberapa kali dalam dua suratnya, dan beberapa tema [yang lain] terus berulang. Pertama, Petrus dua kali menekankan hubungan antara penghakiman Allah dan perilaku orang Kristen (1 Ptr. 1:17 dan 2 Ptr. 3:11). Allah akan menghakimi tindakan setiap orang. Dengan demikian, seorang Kristen harus hidup kudus.
Kedua, beberapa kali Petrus menyebutkan bahwa orang Kristen harus kudus. Dalam Alkitab Bahasa Ibrani [Perjanjian Lama], hal-hal yang kudus itu dikhususkan untuk digunakan di Bait Allah (Kel. 26:34; 28:36; 29:6, 37) atau untuk maksud Allah (misalnya, hari Sabat dalam Kejadian 2:3). Bahkan, rencana Allah adalah bahwa umat-Nya haruslah kudus, sama seperti Dia adalah kudus, suatu tema yang disentuh Petrus juga (Im. 11:44; 19:2; 1 Ptr. 1:15, 16). Proses mengkhususkan sesuatu itu kudus disebut “penyucian,” dan keinginan Petrus adalah bahwa pembacanya dikuduskan oleh Roh dan taat kepada Yesus (1 Ptr. 1:2).
Ketiga, Petrus telah memberikan beberapa hal spesifik untuk jenis perilaku yang sesuai bagi mereka yang dikuduskan. Mereka harus membersihkan diri dari kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian, dan fitnah (1 Ptr. 2:1). Mereka harus memiliki roh kesatuan, mengasihi satu sama lain, dan merendahkan diri (1 Ptr. 3: 8, 9). Mereka harus memiliki kebaikan, kesalehan, dan kasih (2 Ptr. 1:5-7). Bahkan, mereka harus tetap mengasihi (1 Ptr. 4:7-11). Akhirnya, Petrus mendorong para pendengarnya untuk menyerahkan kekhawatiran mereka kepada Yesus (1 Ptr. 5: 7).
Bagaimanakah kita dapat belajar untuk mendorong satu sama lain dengan cara yang tidak menghakimi, untuk menghidupkan bentuk kehidupan yang Petrus serukan di dalam surat-suratnya?
Bacalah ayat-ayat berikut. Apakah yang Petrus katakan mengenai perilaku Kristiani? 1 Ptr. 1:15–17, 22; 1 Ptr. 2:1; 1 Ptr. 3:8, 9; 1 Ptr. 4:7–11; 2 Ptr. 3:11.
Petrus mengkaji perilaku Kristiani beberapa kali dalam dua suratnya, dan beberapa tema [yang lain] terus berulang. Pertama, Petrus dua kali menekankan hubungan antara penghakiman Allah dan perilaku orang Kristen (1 Ptr. 1:17 dan 2 Ptr. 3:11). Allah akan menghakimi tindakan setiap orang. Dengan demikian, seorang Kristen harus hidup kudus.
Kedua, beberapa kali Petrus menyebutkan bahwa orang Kristen harus kudus. Dalam Alkitab Bahasa Ibrani [Perjanjian Lama], hal-hal yang kudus itu dikhususkan untuk digunakan di Bait Allah (Kel. 26:34; 28:36; 29:6, 37) atau untuk maksud Allah (misalnya, hari Sabat dalam Kejadian 2:3). Bahkan, rencana Allah adalah bahwa umat-Nya haruslah kudus, sama seperti Dia adalah kudus, suatu tema yang disentuh Petrus juga (Im. 11:44; 19:2; 1 Ptr. 1:15, 16). Proses mengkhususkan sesuatu itu kudus disebut “penyucian,” dan keinginan Petrus adalah bahwa pembacanya dikuduskan oleh Roh dan taat kepada Yesus (1 Ptr. 1:2).
Ketiga, Petrus telah memberikan beberapa hal spesifik untuk jenis perilaku yang sesuai bagi mereka yang dikuduskan. Mereka harus membersihkan diri dari kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian, dan fitnah (1 Ptr. 2:1). Mereka harus memiliki roh kesatuan, mengasihi satu sama lain, dan merendahkan diri (1 Ptr. 3: 8, 9). Mereka harus memiliki kebaikan, kesalehan, dan kasih (2 Ptr. 1:5-7). Bahkan, mereka harus tetap mengasihi (1 Ptr. 4:7-11). Akhirnya, Petrus mendorong para pendengarnya untuk menyerahkan kekhawatiran mereka kepada Yesus (1 Ptr. 5: 7).
Bagaimanakah kita dapat belajar untuk mendorong satu sama lain dengan cara yang tidak menghakimi, untuk menghidupkan bentuk kehidupan yang Petrus serukan di dalam surat-suratnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar