29 Mei 2017
Sikap Bersyukur
“Ketika raja telah menetapkan dirumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, berkatalah raja kepada nabi Natan: ‘Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda”’ (2 Samuel 7:1, 2).
Hari-hari pengasingan dan berbahaya Daud sekarang telah berlalu; ia telah ditempatkan sebagai raja pejuang Israel dan sekarang menikmati istirahat dari Negara-negara saingan dan tanpa pemberontak musuh di dalam wilayah kekuasaannya. Tetapi dia tidak merasa nyaman. Mengapa? Tempat tinggalnya terbuat dari bahan yang paling mahal dari yang ada, tetapi rumah Allah masih dari tenda sementara. Dia tidak bahagia tinggal di ruang marmer istananya sementara Allah bertemu dengan umat-Nya di tempat yang lebih sederhana.
Daud tidak punya keraguan tentang kemampuan Allah untuk bertemu umat-Nya di tempat-tempat yang sederhana. Karena, ia dengan senang hati berbicara dengan Dia sebagai seorang gembala, sebagai pewaris taktha buronan, dan sebagai raja yang diasingkan di wilayah yang dingin dan tandus. Di dalam kesunyian langit berbintang dalam relung gelap gua rahasia ia seringkali berdoa dan bersekutu dengan pelindung dan Tuhannya. Tetapi itu telah berlalu, dan ini adalah sekarang. Dia tahu bahwa adalah tidak tepat jika dia, seorang yang fana sekarang diberkati untuk mendiami tempat yang mewah, membiarkan hadirat Shekinah untuk tinggal di tenda dari terpal.
Keinginan Daud di dorong oleh keinginannya untuk menghormati tidak hanya keagungan Allah, tetapi juga kebaikan-Nya. Allah adalah seorang penyayang yang menakjubkan, karena Dia telah menuntun dia dari padang rumput kepada istana dan dari pengasingan kepada kemuliaan. Apakah cara yang lebih baik untuk menunjukkan rasa terima kasihnya selain daripada membangun bagi Dia bait suci yang layak untuk nama-Nya?
Adalah semangat Daud untuk memuji yang mengispirasi banyak lagu-lagu ucapan syukur dan yang sangat mempengaruhi penunjukkan sebagai “seorang yang berkenan di hati-Nya [Allah]” (1 Sam. 13:14).
Apakah “sikap bersyukur” bersinar dalam jiwa Anda hari ini? Jika demikian itu akan menjadi lagu di dalam hati Anda, cahaya di mata Anda, doa pada bibir Anda, api di dalam dada Anda, dan musim semi pada langkah Anda yang akan seperti yang terjadi pada Daud, menemukan ekspresi tidak hanya pada bait suci di mana kita sebagai umat percaya bertemu, tetapi juga pada bait suci pribadi kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar