Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa
Kamis, 1 Juni 2017
Firman dalam Kehidupan Kita
Sebagaimana kita telah lihat, Petrus sangat menekankan mengenai Kitab Suci. Dua Petrus 1:19-21 adalah penegasan yang kuat tentang pentingnya Kitab Suci terhadap pengalaman Kristiani kita dan terhadap inspirasi Ilahi Kitab Suci. Maksudnya jelas dalam 2 Petrus 1:21. Kitab Suci bukanlah produk dari kehendak manusia, karangan manusia, seperti buku-buku yang lain. Itu adalah buku yang dihasilkan melalui kuasa Roh Kudus yang bekerja melalui “orangorang Kudus kepunyaan Allah.”
Bacalah 2 Timotius 3:15-17. Bagaimanakah ayat-ayat ini menolong kita untuk memahami peranan Kitab Suci di dalam kehidupan kita? Bagaimanakah ayat-ayat ini menguatkan kebenaran dalam 2 Petrus 1:19-21?
Setelah memperingatkan Timotius untuk bahaya yang dihadapinya dan gereja, Paulus memberikan gambaran singkat akan pentingnya Kitab Suci. “Semua tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar [doktrin], untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Tim. 3:16).
Marilah kita melihat ke tiga hal ini.
Doktrin: Doktrin adalah ajaran gereja. Doktrin menyatakan keyakinan umat tentang berbagai topik-topik Alkitab yang dianggap penting dalam Firman Tuhan. Idealnya, setiap doktrin haruslah berpusat pada Kristus, dan masing-masing harus mengajarkan kepada kita sesuatu yang menolong kita mengetahui bagaimana hidup menurut “kehendak Allah... yang sempurna” (Roma 12:2).
Bimbingan: Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa Kitab Suci itu bermanfaat untuk “menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Tim. 3:16). Petrus memberikan pendapat yang sama ketika ia mengatakan bahwa nubuat dalam Kitab Suci adalah seperti pelita yang bercahaya di tempat gelap (2 Ptr. 1:19). Dengan kata lain, Kitab Suci memberikan bimbingan tentang bagaimana sebaiknya kita menjalani hidup kita dan perilaku mana yang benar dan yang salah. Diilhami oleh Roh Kudus, Kitab Suci tidak lain adalah kehendak Allah yang dinyatakan.
“Hikmat kepada Keselamatan:” Ketika dia mengatakan bahwa Alkitab memberi kita “hikmat... kepada keselamatan” (2 Tim. 3:15), Paulus menunjukkan bahwa Kitab Suci mengarahkan kita kepada Yesus. Keselamatan dibangun pada keyakinan bahwa Yesus telah mati bagi dosa-dosa kita.
Doktrin, bimbingan moral, hikmat akan keselamatan: Tidak heran Firman Allah adalah seperti “pelita yang bercahaya di tempat gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu” (2 Ptr. 1:19).
Tuhan Yesus Memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar