Selasa, 06 Februari 2018

PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA

Selasa, 6 Februari 2018
Hari Nurani yang Bersih
Ada banyak hal berharga yang kita dapat miliki. Kesehatan, cinta, sahabat, keluarga yang baik—semua ini adalah berkat. Tetapi mungkin salah satu yang paling penting dari semua adalah hati nurani yang bersih.
Bacalah Ibrani 10:19-22 dan 1 Timotius 4:1, 2. Apakah artinya memi- liki “hati nurani jahat” dan “hati nurani dicap dengan besi panas”?
Ibrani 10:19-22 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.  Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
1 Timotius 4:1,2 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
Hati nurani kita berfungsi sebagai penasihat internal kehidupan luar kita. Hati nurani perlu melekatkan dirinya sendiri kepada standar yang tinggi dan sempurna: Hukum Allah. Allah menuliskan hukum-Nya pada hati Adam, tetapi dosa hampir melenyapkannya—bukan hanya dalam dirinya tetapi dalam keturunannya juga. Hanya penggalan-penggalan dari hukum itu yang tinggal. “Sebab itu dengan mereka (non-Yahudi) menunjukkan bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi” (Rm. 2:15). Yesus berhasil di mana Adam gagal karena hukum Allah ada “di dalam hati-Nya” (Mzm. 40:8).
Apakah solusi satu-satunya yang Paulus katakan kepada hati nurani yang buruk? Lihat Ibr. 9:14.
Ibrani 9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
“Kamar kecil hati nurani yang penuh dengan sarang laba-laba akan dimasuki. Jendela-jendela jiwa akan ditutup ke arah dunia ini dan membuka lebar-lebar ke arah surga agar sinar terang Matahari Kebenaran boleh masuk dengan bebasnya.... Pikiran harus dijaga tetap jernih dan murni agar dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat.”—Ellen G. White, Pikiran, Karakter dan Kepribadian, jld. 1, hlm. 393. Ketika hukum Allah telah terpahat di dalam hati orang percaya (Ibr. 8:10), dan orang percaya dengan iman berusaha untuk menuruti hukum itu, hati nurani yang bersih adalah hasil yang patut.
Jika Anda pernah bergumul di bawah tekanan rasa bersalah, Anda tahu bagaimana mengerikannya itu akan terjadi, bagaimana itu bisa menjadi sesuatu yang terus-menerus, tidak pernah memberi Anda kelegaan. Bagaimanakah dengan berfokus pada Yesus dan kematian-Nya di kayu salib bagi Anda dan dosa Anda bisa membantu membebaskan Anda dari kutukan rasa bersalah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...