Senin, 05 Februari 2018

PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA

Senin, 5 Februari 2018
Loyalitas
“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau  ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Mat. 6:24). Apakah yang ayat ini ajarkan kepada kita tentang sangat pentingnya loyalitas kepada Allah?
Mengetahui bahwa nama Allah berarti “cemburu” (Kel. 34:14) seharusnya memberi kita sebuah panggilan yang keras akan loyalitas. Loyalitas kepada Allah yang “cemburu” adalah loyalitas dalam kasih. Dalam pertempuran iman, loyalitas membantu menegaskan siapa kita dan mendorong kita untuk tinggal dalam pertempuran.
Loyalitas kita adalah penting bagi Allah (1 Raj. 8:61). Itu bukan sebuah kontrak yang mencoba mengetahui lebih dulu setiap kemungkinan; juga bukan sekadar daftar aturan. Itu, sebaliknya, adalah ekspresi yang terlihat dari keyakinan pribadi kita, iman, dan komitmen.
Bacalah 1 Taw. 28:9. Apakah yang ayat ini ajarkan kepada kita tentang pentingnya loyalitas?
1 Tawarikh 28:9 Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.
Di mana ada loyalitas, bagaimanapun juga, ada kemungkinan pengkhia- natan. Loyalitas, seperti kasih, harus bebas diberikan, atau itu bukan loyalitas sejati. Dalam peperangan, tentara barisan depan terkadang dipaksa untuk bertahan dan melawan; jika tidak, pimpinan mereka akan menembak mereka. Orang-orang ini mungkin melakukan tugas mereka, tetapi belum tentu karena loyalitas mereka. Itu bukan jenis loyalitas yang Allah minta dari kita.
Lihatlah Ayub. Dia tidak mengetahui lebih dulu peristiwa bencana yang akan menghancurkan keluarganya, harta, dan kesehatannya. Dia mungkin telah meninggalkan keyakinan, kasih dan komitmen, tetapi loyalitasnya kepada Allah adalah pilihan moralitas yang teguh. Kejujuran dan tidak takut memuji Allah di depan umum, dia mengucapkan kata-kata yang terkenal: “Meskipun Dia hendak membunuh aku, namun aku akan percaya padanya” (Ayub 13:15). Kesetiaannya dalam menghadapi bencana adalah inti dari loyalitas, dan itu menggambarkan penatalayan yang setia dalam level terbaik mereka.
Tanyakan diri Anda sendiri: Seberapa loyalkah saya kepada Tuhan, yang mati bagi saya? Dalam cara apakah saya bisa lebih baik memperlihatkan loyalitas itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...