Selasa, 13 Juni 2017
Tuhan Keteraturan
“Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir
(Keluaran 13:18).
Alkitab versi New King James Version menafsirkan ayat kita hari ini demikian “ Dan orang Israel berangkat dengan barisan yang teratur keluar dari tanah Mesir” Bahasa Revised Standard bahkan lebih jelas lagi – ia menyebutkan: “Dan orang-orang Israel pergi ke luar dari tanah Mesir dengan kesiapan untuk pertempuran.”
Apa yang jelas dari sini dan dari terjemahan lainnya yang lebih modern dari King James Version yang asli yakni bahwa ketika Musa memimpin mereka keluar dari Mesir, mereka tidak hanya dilengkapi dengan baik untuk perjalanan mereka, mereka juga terorganisasi dengan baik.
Hal ini seharusnya tidak mengejutkan kita. Meskipun ia telah 40 tahun berhenti dari pelatihan militernya yang ketat, Musa tetap bertahan untuk merencanakannya dengan rinci dan melaksanakannya dengan tepat. Hal ini terlihat dalam seluruh kitab Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Jelas arah yang dia berikan kepada suku-suku mengenai perilaku mereka dalam perjalanan, strategi pertempuran yang ia sampaikan, hukum yang terperinci untuk menegakkan keadilan, dan banyaknya aturan kesehatan dan pakaian dan kehidupan keluarga secara umum yang ia tawarkan semua menunjukkan pemikiran sangat terorganisir dan disiplin.
Allah sendiri adalah sama; Alam (dengan musimnya yang teratur) bekerja dalam irama yang dapat diprediksi dan dengan hukum yang tidak dapat diubah. Dan ketika Yesus berada di bumi. Dia menunjukkan perhatiannya yang besar terhadap rincian: Mengumpulkan sisa-sisa makanan setelah mukjizat memberi makan, pengaturan-Nya untuk pelayanan murid-murid-Nya yang berdua-duaan dan tujuh orang, kebangkitan-Nya dari kubur pada hari ketiga seperti yang Dia telah diprediksi, dan sebelum Dia keluar dari kubur dengan cermat Dia melipat kain yang menyelimuti tubuh-Nya. Mengenai peristiwa ini, inspirasi mencatat: “Baju kubur itu bukannya dilemparkan ke sisi dengan sembrono saja, melainkan dilipat baik-baik, masing-masing ditempatnya sendiri.” (Alfa dan Omega, jld.6, hlm 443).
Malaikat kemuliaan bekerja dengan presisi seperti itu karena mereka datang dan pergi melalui gerbang surga, mereka menunjukkan “kartu emas” “kepada para malaikat yang ada di gerbang kota” (Early Writings, hlm. 37, 39). Kita, yang diharapkan akan masuk melalui pintu gerbang masuk ke dalam kota pada waktu kedatangan-Nya kembali, harus mempersiapkan kerja sama kita dengan mereka, dengan mendekati teladan keteraturan mereka sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar