Senin, 12 Juni 2017

RENUNGAN PAGI

Senin, 12 Juni 2017
Sisi Lain Kebenaran
 
“Tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di  rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu”
(Keluaran 3:22).
 
Allah menetapkan agar  bangsa Israel yang meninggalkan Mesir, mereka harus membawa barang-barang material yang dalam beberapa ukuran membayar upah pekerjaan yang mereka telah dipaksa untuk lakukan. Penjajah mereka telah sangat diperkaya oleh pekerjaan perbudakan mereka, dan tidak salah bagi  mereka untuk menuntut kompensasi dari pekerjaan mereka tidak diupah. Prinsip restitusi ini jelas termasuk dalam hukum sosial yang Musa kemudian tulis. Undang-undang ini jelas mengatur seluruh kode sipil Israel diperlukan untuk keadilan dalam hal distribusi material tidak hanya untuk bangsa Israel itu sendiri tetapi juga untuk orang asing yang ada di gerbang mereka (Kel. 22: 1-15; Im. 25).
 
Allah kita adalah Allah yang adil yang kebenaran-Nya berulang kali dijelaskan dalam Alkitab sebagai kasih sayang dan kepedulian kepada yang kurang beruntung. Salah satu pertunjukkan yang paling jelas mengenai  kepedulian sosial-Nya adalah perhatian yang Dia berikan, ketika berada di bumi, untuk wanita – tingkatan manusia yang dipandang sebagai yang sedikit lebih tinggi dari sekedar harta. Dia sering membuat wanita menjadi subjek perumpamaan-Nya dan objek dari mukjizat-Nya. Bahkan, Dia melibatkan mereka dalam usaha  pekerjaan penginjilan-Nya (Lukas 8:1-3). Dengan cara ini, sangat radikal pada zaman-Nya, Dia memudarkan pemahaman sosial pada zaman-Nya dan menanam bibit kesetaraan gender, yang bahkan sekarang kita menghormatinya dengan baik.
 
Perhatian Yesus bagi mereka yang kurang beruntung dari segala klasifikasi dengan tajam terpusat dalam kata-kata-Nya sendiri: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk. 4: 18, 19).
 
Pelayanan Kristus ditujukan bukan hanya keprihatinan secara vertical terhadap kesalehan individual, tetapi juga kekhawatiran secara horizontal terhadap keadilan social. Jika kita ingin benar-benar mencerminkan karakter-Nya, kita juga harus demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...