Rabu, 14 Juni 2017

PELAJARAN SEKOLAH SABAT

Rabu, 14 Juni 2017
Jadi Bagaimana?
Seorang pemuda mencoba untuk bersaksi kepada ibunya. Dia bercerita mengenai kematian Yesus dan janji kedatangan-Nya. Dia cukup bangga dengan dirinya, berpikir bahwa ia telah melakukan tugasnya dengan cukup fasih. Ketika dia selesai dengan khotbah pendek tentang Yesus dan Kedatangan Kedua, ibunya memandang kepadanya dan berkata: “Jadi, aku harus bagaimana sekarang?” 

Bacalah 2 Petrus 3:11-13. Bagaimanakah Petrus menjawab pertanyaan itu, “Jadi, aku harus bagaimana sekarang?” Lihat Mat. 24:43-51. 

Sebagaimana kita telah katakan, nama gereja kita Masehi Advent Hari Ketujuh mengungkapkan keyakinan kita pada realitas kedatangan Kristus. Pengajaran itu sangat mendasar; iman Kekristenan kita seluruhnya menjadi sia-sia tanpa kedatangan Kristus dan semua janji dari pengajaran itu. 

Tetapi apakah kita tidak dalam bahaya menjadi seperti hamba yang jahat dalam perumpamaan Matius 24:43-51? Kita mungkin tidak melakukan jenis kejahatan tertentu yang digambarkan dalam perumpamaan itu, namun bukan itu maksudnya (kisah itu, bagaimanapun, hanya sebuah perumpamaan). Sebaliknya, apa yang diperingatkan oleh perumpamaan itu adalah akan lebih mudah menurunkan standar kita, khususnya yang berhubungan dengan bagaimana kita memperlakukan orang lain, dan menjadi lebih serupa dunia ini dan berkurang setia pada keyakinan kita akan kedatangan Tuhan itu. 

Tentunya, apakah sekarang atau di waktu yang akan datang kita akan menghadapi mereka yang, dengan bagan-bagannya dan perhitungan-perhitungan nubuatannya, mengaku telah memiliki tanggal kedatangan Kristus. Tetapi sebagian besar yang dihadapi orang Advent bukan karena mereka telah menentukan tangal kedatangan Kristus yang segera. Sebaliknya, bahayanya adalah dengan berlalunya waktu, peranan janji Kedatangan Kedua mulai kurang dalam pikiran kita. 

Benar, semakin lama, kita semakin dekat kepada Kedatangan Kedua. Di sisi lain, semakin lama kita di sini, semakin mudah bagi kita untuk membayangkan kedatangan-Nya masih jauh sekali sehingga hal itu benar-benar tidak berdampak pada kehidupan kita sehari-hari. Kitab Suci memperingatkan terhadap sifat merasa puas ini. Sebagaimana yang Petrus katakan, jikalau Yesus akan datang, dan kita akan menghadapi penghakiman, orang Kristen haruslah menghidupkan kehidupan yang suci dan saleh (2 Ptr. 3:11). Realitas Kedatangan Kedua itu, kapan pun itu terjadi, haruslah berdampak pada bagaimana kita hidup sekarang ini. 

Seberapa besar realitas Kedatangan Kedua memengaruhimu dalam kehidupan dan pikiranmu setiap hari? Apakah, jika ada, yang jawabanmu katakan kepadamu mengenai kehidupan dan imanmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...