Jumat, 16 Juni 2017
Pendalaman - Hari Tuhan
Pendalaman: Dari cara pandang kita, Kedatangan Kedua itu tampaknya seolah-olah sangat tertunda. Yesus tahu pasti bahwa kita akan merasa demikian, dan di dalam beberapa perumpamaan Dia memperingatkan terhadap apa yang dapat terjadi jika kita tidak berhati-hati dan berjaga-jaga di antara waktu ini. Lihatlah perumpamaan dua orang hamba dalam Matius 24:45-51, (disebutkan dalam pelajaran hari Rabu). Keduanya menunggu tuannya kembali. Tetapi mereka membuat dua kesimpulan yang berbeda mengenai kedatangannya. Yang satu memutuskan bahwa ia harus bersedia untuk kedatangan tuannya kapan saja. Yang lainnya berkata bahwa tuannya tidak datang-datang, dan oleh karena itu ia melihatnya sebagai suatu kesempatan berbuat yang jahat. “Karena kita tidak mengetahui saat kedatangan-Nya yang tepat, kita diperintahkan untuk berjagajaga. ‘Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.’ Luk. 12:37. Mereka yang berjaga-jaga untuk kedatangan Tuhan tidaklah menunggu dalam keadaan berlengah-lengah. Pengharapan akan kedatangan Kristus hendaknya menjadikan manusia takut akan Allah, takut akan peng hukuman-Nya atas pelanggaran. Hal itu harus menyadarkan mereka terhadap dosa yang besar dalam hal menolak tawaran kemurahan-Nya. Mereka yang sedang menunggu Tuhan akan menyucikan jiwa mereka oleh penurutan akan kebenaran.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 270.
Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:
1. Di UKSS, diskusikanlah jawaban Anda untuk pertanyaan hari Senin tentang Kedatangan Kedua. Dengan cara-cara apa saja kita menghadapi kenyataan bahwa Kristus belum juga datang? Apa yang kita dapat pelajari dari jawaban seorang dengan yang lain?
2. Pengajaran, praktik, dan keyakinan apakah yang kita pegang sebagai anggota gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang tidak berasal dari budaya atau pemikiran atau tradisi tetapi semata-mata dari Firman Allah?
3. Sebagaimana yang kita lihat selama pekan ini, Petrus menghubungkan kecenderungan berbuat berdosa dan hawa nafsu dengan ajaran sesat. Pelajaran itu memiliki pernyataan ini: “Bukanlah secara kebetulan saja bahwa keinginan berbuat dosa dapat menuntun orang kepada ajaran sesat.” Mengapakah hal itu tidak secara kebetulan saja? Apakah yang dapat menjadi berbagai hubungan antara keduanya?
4. Albert Einstein menyajikan kepada dunia gagasan yang menakjubkan bahwa waktu itu tidaklah mutlak. Artinya, tergantung di mana Anda berada dan seberapa cepat Anda bergerak, waktu dalam kerangka acuan Anda akan berbeda dengan waktu orang lain dalam kerangka acuan berbeda. Intinya adalah, waktu adalah sesuatu yang sangat misterius, dan hal itu bergerak dalam cara yang kita tidak pahami sepenuhnya. Bagaimanakah gagasan ini dapat menolong kita menyadari bahwa waktu Tuhan berbeda dengan waktu bagi kita, khususnya dalam konteks Kristus yang belum juga datang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar