YEHEZKIEL 3:1 - 27
3:1 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel."
3:2 Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan.
3:3 Lalu firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.
3:4 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, mari, pergilah dan temuilah kaum Israel dan sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka.
3:5 Sebab engkau tidak diutus kepada suatu bangsa yang berbahasa asing dan yang berat lidah, tetapi kepada kaum Israel;
3:6 bukan kepada banyak bangsa-bangsa yang berbahasa asing dan yang berat lidah, yang engkau tidak mengerti bahasanya. Sekiranya aku mengutus engkau kepada bangsa yang demikian, mereka akan mendengarkan engkau.
3:7 Akan tetapi kaum Israel tidak mau mendengarkan engkau, sebab mereka tidak mau mendengarkan Aku, karena seluruh kaum Israel berkepala batu dan bertegar hati.
3:8 Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka.
3:9 Seperti batu intan, yang lebih keras dari pada batu Kuteguhkan hatimu; janganlah takut kepada mereka dan janganlah gentar melihat mukanya, sebab mereka adalah kaum pemberontak."
3:10 Selanjutnya firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, perhatikanlah segala perkataan-Ku yang akan Kufirmankan kepadamu dan berikanlah telingamu kepadanya.
3:11 Mari, pergilah dan temuilah orang-orang buangan, teman sebangsamu, berbicaralah kepada mereka dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH; baik mereka mau mendengarkan atau tidak."
3:12 Maka Roh itu mengangkat aku, dan aku mendengar di belakangku suatu suara gemuruh yang besar, tatkala kemuliaan Allah naik ke atas dari tempatnya,
3:13 yakni suara dari sayap-sayap makhluk-makhluk hidup yang menggesek satu sama lain, dan di samping itu suara gemertak dari roda-roda, suatu suara gemuruh yang besar.
3:14 Dan Roh itu mengangkat dan membawa aku, dan aku pergi dengan hati panas dan dengan perasaan pahit, karena kekuasaan TUHAN memaksa aku dengan sangat.
3:15 Demikianlah aku datang kepada orang-orang buangan yang tinggal di tepi sungai Kebar di Tel-Abib dan di sana aku duduk tertegun di tengah-tengah mereka selama tujuh hari.
3:16 Sesudah tujuh hari datanglah firman TUHAN kepadaku:
3:17 "Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.
3:18 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! -- dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
3:19 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
3:20 Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
3:21 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup, sebab ia mau menerima peringatan, dan engkau telah menyelamatkan nyawamu."
3:22 Maka di sana kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia berfirman kepadaku: "Bangunlah dan pergilah ke lembah, di sana Aku akan berbicara dengan engkau."
3:23 Aku bangun dan pergi ke lembah; sesungguhnya di sana kelihatan kemuliaan TUHAN seperti kemuliaan yang telah kulihat di tepi sungai Kebar, dan aku sujud.
3:24 Tetapi masuklah Roh ke dalam aku dan ditegakkannya aku, lalu Ia berbicara dengan aku, kata-Nya: "Pergilah pulang, kurunglah dirimu di dalam rumahmu.
3:25 Dan engkau, anak manusia, sesungguhnya, engkau akan diikat dengan tali dan akan dibelenggu, sehingga engkau tidak bisa keluar masuk di tengah-tengah mereka.
3:26 Dan Aku akan membuat lidahmu melekat pada langit-langitmu, sehingga engkau menjadi bisu dan tidak akan menempelak mereka, sebab mereka adalah kaum pemberontak.
3:27 Tetapi kalau Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu dan engkau akan mengatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan, sebab mereka adalah kaum pemberontak."
Blog ini berisi materi-materi rohani yang menuntun kita bertumbuh dalam pengetahuan rohani untuk lebih mengenal Allah dan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita sehingga kita bisa bertumbuh dalam Iman dan tetap setia menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali. Tuhan memberkati.
Minggu, 24 September 2017
SEKOLAH SABAT DEWASA
Minggu, 24 September 2017
Tangan Paulus Sendiri
Bandingkan kata penutup Paulus dalam Galatia 6:11-18 dengan pernyataan akhir yang dia buatdalam suratnya yang lain. Dalam hal apa bagian penutup surat Galatia mirip atau berbeda dengan yang lainya?(Lihat kata-kata penutup dalam Roma, 1 dan 2 Korintus, Efesus, Filipi, Kolose, dan 1 dan 2 Tesalonika.)
Kata-kata penutup Paulus tidak selalu seragam, tetapi ada sejumlah elemen yang sama muncul di dalamnya:(1)Salam kepada orang-orang tertentu,(2)sebuah nasihat akhir,(3) tanda tangan pribadi, dan (4)doa berkat penutup. Ketika ciri-ciri khas ini dibandingkan dengan pernyataan akhir Paulus dalam Galatia,muncul dua perbedaan penting.
Pertama, tidak seperti banyak dari surat-surat Paulus, Galatia tidak berisi salam pribadi. Mengapa?Seperti halnya tidak ada ungkapan syukur yang biasa ada di awal surat itu, ini mungkin merupakan indikasi lebih lanjut dari ketegangan hubungan antara Paulus dan orang-orang Galatia. Paulus itu sopan tapi formal.
Kedua, kita harus ingat bahwa Paulus terbiasa mengimla surat-suratnya kepada seorang juru tulis (Rm. 16:22). Kemudian setelah selesai, Paulus sering mengambil pena dan menulis sendiri beberapa kata singkat dengan tangannya sendiri untuk mengakhiri surat itu (1 Kor. 16:21). Namun dalam surat Galatia, Paulusmenyimpang dari kebiasaannya. Ketika ia mengambil pena dari juru tulis, Paulus masih begitu menaruh perhatian terhadap keadaan di Galatia sehingga ia malahan mengahiri suratnya dengan menulis lebihbanyak. Dia seakan tidak dapat meletakkan penanya sampai ia memohon kepada orang-orang Galatia sekali lagi untuk berbalik dari jalan mereka yang bodoh.
Dalam Galatia 6:11 Paulus menekankan bahwa ia menulis surat dengan huruf-huruf besar.Kita sesungguhnya tidak tahu mengapa.Sebagian orang berspekulasi bahwa Paulus tidak merujukkepada ukuran hurufnya tetapi kepada bentuknya yang tidak serasi. Mereka berpendapat bahwa barangkali tangan Paulus apakah sudah lumpuh karena penganiayaan atau bintul-bintul karena membuat tenda sehingga ia tidak dapat menulis huruf-hurufnya dengan baik. Yang lain percaya bahwa komentarnya memberikan bukti lanjutan mengenai penglihatannya yang buram. Walaupun kedua pandangan itu ada benarnya, kelihatannya lebih kruang spekulatif untuk berkesimpulan bahwa Paulus sengaja menulis dalam huruf-huruf besar untuk menggarisbawahi dan menekankan kembali maksudnya, serupa dengan cara kita mungkin menekankan suatu kata atau konsep penting dengan menggarisbawahinya, menulisnya dengan huruf miring, atau menulis dalam huruf besar semua.
Apa pun alasannya, Paulus pastilah menginginkan para pembacanya memerhatikan amaran dan seruannya.
RENUNGAN PAGI
Minggu, 24 September 2017
PILIHAN BERESIKO
Ayat Inti: Kejadian 13:12
“Abraham menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom”.
Lot membuat pilihan yang salah. Dataran yang banyak air, padang rumput hijau, pemandangan danau, pemandangan gunung dan semua keuntungan fisik lainnya yang memikat, tetapi karena dekat dengan Sodom, Lot berada pada posisi bahaya.
Saat Allah menghancurkan kota yang jahat itu, Lot melarikan diri, tetapi tidak dengan keluarganya. Tidak, Lot tidak memilih Sodom, tetapi dia mengambil resiko ketika dia setuju untuk tinggal di sana. Penyesalannya yang dalam, merupakan peringatan yang keras bagi kita, pilihannya menyebabkan kehancuran bagi semua orang yang dia sangat kasihi. Tidak hanya istrinya, yang menengok kebelakang sehingga menjadi tiang garam, tetapi sebagian besar anak-anaknya, merupakan harta yang sangat berharga dan pada setiap hati orang tua, pasti merasa sangat sedih.
Dalam menggambarkan keruntuhan Sodom dan Gomora, George Adam Smith menulis: _“Maka Sodom dan Gomora adalah makam yang mengerikan dalam sepanjang perjalanan sejarah Alkitab. Ini adalah yang paling terkenal dan standart penghakiman atas dosa. Kisah ini diceritakan dalam Kejadian, kemudian diterapkan dalam kitab Ulangan, dihubungkan dengan kitab Amos, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan Zefanya serta dalam buku Ratapan. Tuhan kita menyertakan Sodom dan Gomora lebih dari sekali untuk menyatakan penghakiman. Dia mengancam kota yang menyia-nyiakan pekabaran Firman Tuhan, dan kita akan merasakan panasnya api karena kelancangan kita…. Paulus, Petrus, menyebut hal itu. Dalam kitab Wahyu, kota dosa secara rohani disebut Sodom”_ (The Archaeoligical Bible Supplement, Thompson Chain-Reference Bible, hlm. 360).
Walaupun reruntuhan Sodom telah hilang, kesilauan dari pekabaran yang merusak masih menyala pada halaman Firman yang Tertulis, mendesak kita untuk berdoa seperti yang Kristus ajarkan: _“Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”_
Sodom adalah pengingat bagi orang Kristen bahwa adalah lebih baik mengambil resiko untuk hidup sederhana, melarat, tidak nyaman, kelas rendah dalam masyarakat, sebagaimana Tuhan telah nyatakan, daripada menikmati keuntungan secara materi dan sosial namun hidup seperti orang fasik. Tetapi hal-hal rohani hanya dapat dinilai secara rohani (1 Korintus 2:14), itu adalah sikap yang dapat dibuat dan dapat dipertahankan hanya dengan persekutuan setiap hari dengan Kristus.
Hanya melalui hubungan pribadi seperti itu yang akan melekat dan mengikat kita kepada Yesus, kota perlindungan kita, pertahanan kita, sumber berkat, memberikan sesuatu yang lebih baik.
Sumber: Dr. Calvin B. Rock, "SESUATU YANG LEBIH BAIK"
PILIHAN BERESIKO
Ayat Inti: Kejadian 13:12
“Abraham menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom”.
Lot membuat pilihan yang salah. Dataran yang banyak air, padang rumput hijau, pemandangan danau, pemandangan gunung dan semua keuntungan fisik lainnya yang memikat, tetapi karena dekat dengan Sodom, Lot berada pada posisi bahaya.
Saat Allah menghancurkan kota yang jahat itu, Lot melarikan diri, tetapi tidak dengan keluarganya. Tidak, Lot tidak memilih Sodom, tetapi dia mengambil resiko ketika dia setuju untuk tinggal di sana. Penyesalannya yang dalam, merupakan peringatan yang keras bagi kita, pilihannya menyebabkan kehancuran bagi semua orang yang dia sangat kasihi. Tidak hanya istrinya, yang menengok kebelakang sehingga menjadi tiang garam, tetapi sebagian besar anak-anaknya, merupakan harta yang sangat berharga dan pada setiap hati orang tua, pasti merasa sangat sedih.
Dalam menggambarkan keruntuhan Sodom dan Gomora, George Adam Smith menulis: _“Maka Sodom dan Gomora adalah makam yang mengerikan dalam sepanjang perjalanan sejarah Alkitab. Ini adalah yang paling terkenal dan standart penghakiman atas dosa. Kisah ini diceritakan dalam Kejadian, kemudian diterapkan dalam kitab Ulangan, dihubungkan dengan kitab Amos, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan Zefanya serta dalam buku Ratapan. Tuhan kita menyertakan Sodom dan Gomora lebih dari sekali untuk menyatakan penghakiman. Dia mengancam kota yang menyia-nyiakan pekabaran Firman Tuhan, dan kita akan merasakan panasnya api karena kelancangan kita…. Paulus, Petrus, menyebut hal itu. Dalam kitab Wahyu, kota dosa secara rohani disebut Sodom”_ (The Archaeoligical Bible Supplement, Thompson Chain-Reference Bible, hlm. 360).
Walaupun reruntuhan Sodom telah hilang, kesilauan dari pekabaran yang merusak masih menyala pada halaman Firman yang Tertulis, mendesak kita untuk berdoa seperti yang Kristus ajarkan: _“Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”_
Sodom adalah pengingat bagi orang Kristen bahwa adalah lebih baik mengambil resiko untuk hidup sederhana, melarat, tidak nyaman, kelas rendah dalam masyarakat, sebagaimana Tuhan telah nyatakan, daripada menikmati keuntungan secara materi dan sosial namun hidup seperti orang fasik. Tetapi hal-hal rohani hanya dapat dinilai secara rohani (1 Korintus 2:14), itu adalah sikap yang dapat dibuat dan dapat dipertahankan hanya dengan persekutuan setiap hari dengan Kristus.
Hanya melalui hubungan pribadi seperti itu yang akan melekat dan mengikat kita kepada Yesus, kota perlindungan kita, pertahanan kita, sumber berkat, memberikan sesuatu yang lebih baik.
Sumber: Dr. Calvin B. Rock, "SESUATU YANG LEBIH BAIK"
Sabtu, 23 September 2017
RENUNGAN PAGI
Sabtu, 23 September 2017
Sebuah Penawaran yang Lebih Baik
"Jawab Yesus kepadanya: 'Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:
Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan la telah memberikan kepadamu air hidup'"
(Yohanes 4:10).
Tawaran Yesus perihal "sesuatu yang lebih baik" bagi wanita Samaria yaitu ti dak kurang dari lima janji khusus. Dia menyebut sebuah "karunia Allah'' (ayat 10), yang dijanjikan-Nya adalah sesuatu yang lebih baik; Dia menunjuk sumur "mata air" (ayat 14), Dia menjanjikan kepada wanita ini sebuah harapan yang lebih baik; Dia mencela hubungannya dengan beberapa suami (ayat 16-18), Dia menjanjikan perbuatan yang lebih baik; Dia melawan pandangan wanita tersebut yaitu membanggakan gunung tempat penyembahan (ayat 21-24), Dia menjanjikan bahwa yang diharapkan adalah lebih baik; dan untuk menja wab tanggapan wanita itu tentang kedatangan Mesias (ayat 25) dan pernyataan 'Akulah Dia'' (ayat 26), Dia menjanjikan harta yang lebih baik.
Janji-janji ini merupakan "sesuatu yang lebih baik'' bahwa sebagai orang Kristen kita harus berikan kepada dunia. Mereka menyoroti "sesuatu yang lebih baik'' daripada kegembiraan olahraga yang cepat hilang; "Sesuatu yang lebih baik'' daripada pekerjaan rutin tanpa henti; "Sesuatu yang lebih baik'' dari pada menghabiskan hari-hari kita seperti budak yang sementara berbaris dalam hidup, sebagai korban yang tidak berpengharapan dalam kehidupan generasi yang bersifat sementara ini; "Sesuatu yang lebih baik'' daripada pemahaman yang mengerikan dari para intelektual yang menentukan hidup sebagai "ledakan kekejaman dari suatu tempat tinggal yang tidak pasti"; "Sesuatu yang lebih baik'' daripada bakat yang disia-siakan dan kubur tanpa Kristus dari mereka yang menolak kasih-Nya.
Orang percaya tidak perlu masuk kedalam perdebatan atau menghabiskan energi mereka dalam perselisihan yang dirancang untuk mengritik dan merendahkan ajaran lain. Injil tentang Yesus sudah cukup meyakinkan; kuat dalam menghadapi semua rumusan yang ada. Hal ini adalah paling pasti, menarik, dan meyakinkan-sesuatu yang lebih baik.
Wanita di sumur Yakub menerima Yesus dan diubahkan. Dia berada di tempat yang penuh dengan kesombongan, tetapi dengan yakin meninggalkan nya karena harapan yang pasti; dia dikepung dengan tradisi egois, tetapi meninggalkannya dan percaya pada Tabib Agung; dia terpaku dengan tanah Yakub, tetapi meninggalkannya dan diubah oleh Allah Yakub; dia bekerja dalam kesibukan setiap hari, tetapi meninggalkannya dan diubahkan dalam hubungan yang baru; dia terikat oleh upah yang kejam karena dosa, tetapi dihancurkan oleh Batu Zaman; penuh nafsu dan perselisihan, tetapi ditinggalkannya dan di isi dengan Air Kehidupan. Dan demikian pula dengan semua orang yang memilih-Nya-"jauh lebih baik:'
Jumat, 22 September 2017
SEKOLAH SABAT DEWASA
Jumat, 22 September 2017
Pendalaman - Injil dan Gereja
Pendalaman: “Roh Allah menahan kejahatan di bawah kendali hati nurani. Ketika manusia meninggikan diri di atas pengaruh Roh, ia menuai panen kejahatan. Selama orang itu seperti itu Roh memilikipengaruh yang kurang untuk menahan dia dari menabur benih ketidaksetiaan.Peringatan memilikikekutatan yang semakin mengecilatasnya.Secara bertahap dia kehilangan rasa takutnya Allah. Dia menabur dalam daging; ia akan menuai kebinasaan. Panendari benih yang iataburkan,menjadi matang. Dia menghina perintah-perintah Allah yang kudus. Hati dagingnya menjadi hati batu.Penolakan terhadap kebenaran menegaskan kesalahannya.Oleh sebab manusia menabur benih yang jahat, makapelanggaran hukum, kejahatan, dan kekerasan terjadi dahulu kala.
“Semua harus cerdas dalam memperhatikan agen perantara oleh manajiwa dihancurkan. Hal ini bukan karenaadanya keputusan yang Allah jatuhkan terhadap manusia. Dia tidak membuat orang buta rohani. Allah memberikanterang dan bukti yang cukup untukmenyanggupkan manusia membedakan kebenaran dari kesalahan. Tetapi Dia tidak memaksa manusia untuk menerima kebenaran. Dia memberinya kebebasanuntuk memilih kebaikan atau memilih kejahatan. Jika manusia menolak bukti yang cukup untuk membimbing keputusannya ke arah yang benar, dansekali memilih yang jahat, ia akan lebih mudah melakukan hal ini untuk kedua kalinya. Ketiga kalinya ia akan masih lebihsuka memisahkan diri dari Tuhan dan memilih untuk berdiri di pihak Setan. Dankelanjutannya ia akan terus sampai diamenetap dalam kejahatan, danmemercayai kebohongan yang ia anggapsebagai kebenaran.Perlawanannya telah menghasilkan tuaiannya (MS 126, 1901)“—Ellen G. White Comments,The SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 1112.
Pertanyaan Diskusi:
Dalam arti praktis, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Memulihkan” sesama orang percaya yang telah jatuh ke dalam dosa?Dalam cara apa sifat dari dosa yang dilakukan memengaruhi proses pemulihan? Apakah pemulhanberarti bahwa segalanya akan sama seperti sebelumnya? Diskusikan.
Pertanyaan Diskusi:
Dalam arti praktis, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Memulihkan” sesama orang percaya yang telah jatuh ke dalam dosa?Dalam cara apa sifat dari dosa yang dilakukan memengaruhi proses pemulihan? Apakah pemulhanberarti bahwa segalanya akan sama seperti sebelumnya? Diskusikan.
Karena ada beberapa beban yang orang harus tanggung sendiri (Gal 6:5),bagaimanakah seorang percayamenentukan apakah dia harus mencoba untuk membantu seseorang?
Bagaimana gereja Anda menerapkan nasihat Paulus dalam Galatia 6? Apa yang dapat Anda lakukan secara pribadi untuk membuat perbedaan?
Ringkasan: Indikasi kehadiran Allah di antara umat-Nya adalah roh Kristusditunjukkan dalam gereja. Hal ini dapat dilihat dalam cara pengampunan dan pemulihan diberikan kepada mereka yang berbuat salah,dalam cara bagaimana mereka saling membantu dalampencobaan, dan dalam tindakan kebaikan yang sengaja diberikan tidak hanya di antara mereka sendiri tetapi juga kepadaorang-orang kafir.
RENUNGAN PAGI
Jumat, 22 September 2017
Sebuah Kesaksian Pasti
“Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat”
(Yohanes 4:39).
Bagi wanita di sumur pertemuan dengan Tuhan Yesus tidak hanya berarti memiliki tujuan hidup baru, namun juga motivasi pasti yaitu membagikan Yesus yang telah mengubah hidupnya. Kegembiraan wanita itu begitu besar sehingga dia tidak dapat melakukan yang lain. Ketika wanita itu menyadari bahwa yang berbicara dengan dirinya adalah Mesias, dia sangat bersemangat dan luar biasa dalam menyaksikan dan luar biasa dalam menyaksikan tentang kuasa dari pribadi-Nya.
Kita bisa membayangkan – menarik rambutnya ke belakang, menunda untuk mengisi tempayannya, menendang sendalnya, mengangkat ujung jubahnya sehingga dapat bergerak tanpa hambatan seorang pendengar yang tidak layak, sekarang telah disadarkan dan menjadi seorang murid, berjalan dengan semangat kembali ke kota untuk memberitakan kabar baik.
Banyak dari orang Samaria di kota itu “telah menjadi percaya kepada-Nya” (ayat 39), dan setelah Yesus tinggal bersama-sama mereka untuk dua hari lamanya, “dan lebih banyak lagi orang menjadi percaya karena perkataan-Nya,” berkata “kami percaya… sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah Juruselamat dunia” (ayat 41, 42).
Suatu hasil yang pasti dari memilih Yesus, terbebas dari sifat buruk yang berbahaya dan tradisi yang menyakitkan dan menemukan pengampunan dan harapan untuk kehidupan kekal, adalah kesaksian yang penuh semangat. Kita tidak akan berdiam diri tentang sahabat baru kita, Yesus. Dia akan menjadi perhatian kita yang terindah, milik kesayangan kita, nilai yang tertinggi dalam kehidupan kita, dan kebahagiaan yang tidak dapat disembunyikan. Saat kita tiba pada kenyataan bahwa Dia sendiri memilih untuk datang dan mati. pencipta atas makhluk ciptaan, Raja atas para hamba. Hakim untuk yang terhukum, seharusnya kita didorong dan penuh semangat dalam menyaksikan kasih itu.
Adalah hikmat-Nya yang diberikan kepada kita “sesuatu yang lebih baik” – kesucian-Nya untuk dosa kita, pengorbanan-Nya untuk keegoisan kita, jubah-Nya untuk pakaian bersalah kita, kemurnian-Nya untuk mengerjakan kebenaran kita; kekudusan-Nya yang sempurna untuk menyempurnakan kita yang cacat – sehingga menjadikan kita murid yang penuh kebahagiaan.
Tidak semua masyarakat akan merespons seperti Desa Samaria yang tidak terkenal itu. Ada beberapa tempat, ketika diperingatkan, adalah layak mendapatkan “mengebaskan debu dari kaki kita.” Terima kasih Tuhan, meskipun, ada beberapa tempat di mana “domba belum masuk ke dalam kandang, “ dengan senang hati akan merangkul “sesuatu yang lebih baik” dari Firman Tuhan.
Kamis, 21 September 2017
REVIVAL AND REFORMATION
Ratapan 5:1-22 (TB) Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami.
Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing.
Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda.
Air kami kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran.
Kami dikejar dekat-dekat, kami lelah, bagi kami tak ada istirahat.
Kami mengulurkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur untuk menjadi kenyang dengan roti.
Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka.
Pelayan-pelayan memerintah atas kami; yang melepaskan kami dari tangan mereka tak ada.
Dengan bahaya maut karena serangan pedang di padang gurun, kami harus mengambil makanan kami.
Kulit kami membara laksana perapian, karena nyerinya kelaparan.
Mereka memperkosa wanita-wanita di Sion dan gadis-gadis di kota-kota Yehuda.
Pemimpin-pemimpin digantung oleh tangan mereka, para tua-tua tidak dihormati.
Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, anak-anak terjatuh karena beratnya pikulan kayu.
Para tua-tua tidak berkumpul lagi di pintu gerbang, para teruna berhenti main kecapi.
Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan.
Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa!
Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur:
karena bukit Sion yang tandus, di mana anjing-anjing hutan berkeliaran.
Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa!
Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama?
Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!
Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?
Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing.
Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda.
Air kami kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran.
Kami dikejar dekat-dekat, kami lelah, bagi kami tak ada istirahat.
Kami mengulurkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur untuk menjadi kenyang dengan roti.
Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka.
Pelayan-pelayan memerintah atas kami; yang melepaskan kami dari tangan mereka tak ada.
Dengan bahaya maut karena serangan pedang di padang gurun, kami harus mengambil makanan kami.
Kulit kami membara laksana perapian, karena nyerinya kelaparan.
Mereka memperkosa wanita-wanita di Sion dan gadis-gadis di kota-kota Yehuda.
Pemimpin-pemimpin digantung oleh tangan mereka, para tua-tua tidak dihormati.
Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, anak-anak terjatuh karena beratnya pikulan kayu.
Para tua-tua tidak berkumpul lagi di pintu gerbang, para teruna berhenti main kecapi.
Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan.
Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa!
Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur:
karena bukit Sion yang tandus, di mana anjing-anjing hutan berkeliaran.
Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa!
Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama?
Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!
Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?
Langganan:
Postingan (Atom)
BACAAN ALKITAB HARIAN
FOLLOW THE BIBLE
Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...
-
Pelajaran 11 PERISTIWA-PERISTIWA AKHIR ZAMAN Ayat Hafalan: “Dan barangsiapa yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang...
-
TEMPAT RAHASIA ORANG PERCAYA Mazmur 91:1-16 I. PENDAHULUAN A. Shalom saudaraku, apa kabar hari ini? Semoga sehat-sehat selalu dan...
-
MARI BELAJAR ALKITAB: PELAJARAN ALKITAB