Minggu, 24 September 2017

SEKOLAH SABAT DEWASA

Minggu, 24 September 2017
Tangan Paulus Sendiri
Bandingkan kata penutup Paulus dalam Galatia 6:11-18 dengan pernyataan akhir yang dia buatdalam suratnya yang lain. Dalam hal apa bagian penutup surat Galatia mirip atau berbeda dengan yang lainya?(Lihat kata-kata penutup dalam Roma, 1 dan 2 Korintus, Efesus, Filipi, Kolose, dan 1 dan 2 Tesalonika.)
Kata-kata penutup Paulus tidak selalu seragam, tetapi ada sejumlah elemen yang sama muncul di dalamnya:(1)Salam kepada orang-orang tertentu,(2)sebuah nasihat akhir,(3) tanda tangan pribadi, dan (4)doa berkat penutup. Ketika ciri-ciri khas ini dibandingkan dengan pernyataan akhir Paulus dalam Galatia,muncul dua perbedaan penting.
Pertama, tidak seperti banyak dari surat-surat Paulus, Galatia tidak berisi salam pribadi. Mengapa?Seperti halnya tidak ada ungkapan syukur yang biasa ada di awal surat itu, ini mungkin merupakan indikasi lebih lanjut dari ketegangan hubungan antara Paulus dan orang-orang Galatia. Paulus itu sopan tapi formal.
Kedua, kita harus ingat bahwa Paulus terbiasa mengimla surat-suratnya kepada seorang juru tulis (Rm. 16:22). Kemudian setelah selesai, Paulus sering mengambil pena dan menulis sendiri beberapa kata singkat dengan tangannya sendiri untuk mengakhiri surat itu (1 Kor. 16:21). Namun dalam surat Galatia, Paulusmenyimpang dari kebiasaannya. Ketika ia mengambil pena dari juru tulis, Paulus masih begitu menaruh perhatian terhadap keadaan di Galatia sehingga ia malahan mengahiri suratnya dengan  menulis lebihbanyak. Dia seakan tidak dapat meletakkan penanya sampai ia memohon kepada orang-orang Galatia sekali lagi untuk berbalik dari jalan mereka yang bodoh.
Dalam Galatia 6:11 Paulus menekankan bahwa ia menulis surat dengan huruf-huruf besar.Kita sesungguhnya tidak tahu mengapa.Sebagian orang berspekulasi bahwa Paulus tidak merujukkepada ukuran hurufnya tetapi kepada bentuknya yang tidak serasi. Mereka berpendapat bahwa barangkali tangan Paulus apakah sudah lumpuh karena penganiayaan atau bintul-bintul karena membuat tenda sehingga ia tidak dapat menulis huruf-hurufnya dengan baik. Yang lain percaya bahwa komentarnya memberikan bukti lanjutan mengenai penglihatannya yang buram. Walaupun kedua pandangan itu ada benarnya, kelihatannya lebih kruang spekulatif untuk berkesimpulan bahwa Paulus sengaja menulis dalam huruf-huruf besar untuk menggarisbawahi dan menekankan kembali maksudnya, serupa dengan cara kita mungkin menekankan suatu kata atau konsep penting dengan menggarisbawahinya, menulisnya dengan huruf miring, atau menulis dalam huruf besar semua.
Apa pun alasannya, Paulus pastilah menginginkan para pembacanya memerhatikan amaran dan seruannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...