Minggu, 24 September 2017
PILIHAN BERESIKO
Ayat Inti: Kejadian 13:12
“Abraham menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom”.
Lot membuat pilihan yang salah. Dataran yang banyak air, padang rumput hijau, pemandangan danau, pemandangan gunung dan semua keuntungan fisik lainnya yang memikat, tetapi karena dekat dengan Sodom, Lot berada pada posisi bahaya.
Saat Allah menghancurkan kota yang jahat itu, Lot melarikan diri, tetapi tidak dengan keluarganya. Tidak, Lot tidak memilih Sodom, tetapi dia mengambil resiko ketika dia setuju untuk tinggal di sana. Penyesalannya yang dalam, merupakan peringatan yang keras bagi kita, pilihannya menyebabkan kehancuran bagi semua orang yang dia sangat kasihi. Tidak hanya istrinya, yang menengok kebelakang sehingga menjadi tiang garam, tetapi sebagian besar anak-anaknya, merupakan harta yang sangat berharga dan pada setiap hati orang tua, pasti merasa sangat sedih.
Dalam menggambarkan keruntuhan Sodom dan Gomora, George Adam Smith menulis: _“Maka Sodom dan Gomora adalah makam yang mengerikan dalam sepanjang perjalanan sejarah Alkitab. Ini adalah yang paling terkenal dan standart penghakiman atas dosa. Kisah ini diceritakan dalam Kejadian, kemudian diterapkan dalam kitab Ulangan, dihubungkan dengan kitab Amos, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan Zefanya serta dalam buku Ratapan. Tuhan kita menyertakan Sodom dan Gomora lebih dari sekali untuk menyatakan penghakiman. Dia mengancam kota yang menyia-nyiakan pekabaran Firman Tuhan, dan kita akan merasakan panasnya api karena kelancangan kita…. Paulus, Petrus, menyebut hal itu. Dalam kitab Wahyu, kota dosa secara rohani disebut Sodom”_ (The Archaeoligical Bible Supplement, Thompson Chain-Reference Bible, hlm. 360).
Walaupun reruntuhan Sodom telah hilang, kesilauan dari pekabaran yang merusak masih menyala pada halaman Firman yang Tertulis, mendesak kita untuk berdoa seperti yang Kristus ajarkan: _“Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”_
Sodom adalah pengingat bagi orang Kristen bahwa adalah lebih baik mengambil resiko untuk hidup sederhana, melarat, tidak nyaman, kelas rendah dalam masyarakat, sebagaimana Tuhan telah nyatakan, daripada menikmati keuntungan secara materi dan sosial namun hidup seperti orang fasik. Tetapi hal-hal rohani hanya dapat dinilai secara rohani (1 Korintus 2:14), itu adalah sikap yang dapat dibuat dan dapat dipertahankan hanya dengan persekutuan setiap hari dengan Kristus.
Hanya melalui hubungan pribadi seperti itu yang akan melekat dan mengikat kita kepada Yesus, kota perlindungan kita, pertahanan kita, sumber berkat, memberikan sesuatu yang lebih baik.
Sumber: Dr. Calvin B. Rock, "SESUATU YANG LEBIH BAIK"
Blog ini berisi materi-materi rohani yang menuntun kita bertumbuh dalam pengetahuan rohani untuk lebih mengenal Allah dan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita sehingga kita bisa bertumbuh dalam Iman dan tetap setia menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali. Tuhan memberkati.
Minggu, 24 September 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BACAAN ALKITAB HARIAN
FOLLOW THE BIBLE
Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...
-
Pelajaran 11 PERISTIWA-PERISTIWA AKHIR ZAMAN Ayat Hafalan: “Dan barangsiapa yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang...
-
TEMPAT RAHASIA ORANG PERCAYA Mazmur 91:1-16 I. PENDAHULUAN A. Shalom saudaraku, apa kabar hari ini? Semoga sehat-sehat selalu dan...
-
Berkat-Berkat Allah Seperti yang kita lihat dalam Maleakhi 3:10, Allah menjanjikan berkat besar kepada mereka yang setia dalam persepul...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar