Dalam Firman
Lebih dari enam miliar Alkitab telah didistribusikan di seluruh dunia, tetapi berapa banyakkah yang melihat Alkitab sebagai Firman dari Allah yang hidup? Berapa banyakkah yang membacanya dengan hati terbuka yang tulus untuk mengetahui kebenaran?
Mempelajari Alkitab dengan tepat mengarahkan kompas rohani kita dan memampukan kita untuk mengarungi dunia kepalsuan dan kebingungan. Alkitab adalah dokumen hidup yang bersumber dari Ilahi (Ibr. 4:12), dengan demikian itu mengarahkan kita kepada kebenaran yang kita tidak dapat peroleh di tempat lain. Alkitab adalah peta jalan Kristus untuk hidup seharihari, dan itu mendidik kita memperluas daya pikir kita dan memurnikan karakter kita.
Bacalah Yohanes 5:39; 14:6; dan 20:31. Alkitab, khususnya kitab Injil, memberi kita informasi yang paling berkuasa tentang Kristus. Apakah yang disampaikan ayat khusus ini dalam Yohanes tentang Dia dan mengapakah Dia begitu penting bagi kita dan untuk semua yang kita yakini?
"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku," Yohanes 5:39; Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6; "tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya." Yohanes 20:31
Kita mempelajari Alkitab karena itu adalah sumber utama Kebenaran. Yesus adalah Kebenaran, dan di dalam Alkitab kita menemukan Yesus sebagaimana Dia yang kita kenal karena dalam Alkitab Dia telah diungkapkan kepada kita. Di sini, dalam Firman Allah, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kita belajar tentang siapa Yesus dan apa yang Dia telah capai bagi kita. Kita, kemudian, jatuh cinta dengan-Nya, dan menyerahkan hidup dan jiwa kita kepada penjagaan-Nya yang kekal. Dengan mengikut Yesus dan menuruti firman-Nya, sebagaimana terungkap dalam firman-Nya, kita bisa bebas dari ikatan dosa dan dunia. “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka” (Yoh. 8:36).
Bacalah Roma 8:5, 6, apakah sedang diamarkan kepada kita di sini, dan bagaimana mempelajari Firman Allah bisa menolong kita dalam perjuangan atas pikiran kita?
Roma 8:5, 6 "Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera."
Cinta akan dunia, khususnya cinta akan harta duniawi, dapat dengan mudah menarik kita menjauh dari Tuhan jika kita tidak berhati-hati. Itu sebabnya kita harus menjaga diri kita sendiri dalam Firman, yang mengarahkan kita kepada realitas keabadian dan kerohanian yang begitu penting bagi kehidupan Kristen. Cinta akan hal-hal duniawi tidak pernah mengangkat pikiran kepada moralitas rohani; sebaliknya itu menggantikan prinsip Alkitab dengan keserakahan, mementingkan diri, dan nafsu. Cinta, sebagaimana terungkap dalam Alkitab, membangun hubungan yaitu dengan mengajari kita pentingnya memberikan diri kita kepada orang lain. Sebaliknya, keduniawian hanyalah tentang mendapatkan harta benda untuk diri sendiri, yang merupakan kebalikan dari semua yang Yesus nyatakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar