Salah satu cerita yang paling indah di dalam Alkitab ditemukan dalam kisah permohonan Salomo kepada Allah, untuk memberikan kepadanya, di atas segala sesuatu “hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini? (1 Raj. 3:9).
Apakah kata-kata penting yang Allah katakan kepada Salomo bahwa, seandainya diperhatikan, akan menghindarkan raja dari kehancuran yang dibawa hartanya kepadanya? Mengapakah bahwa apa yang Allah katakan kepadanya di sini begitu penting bagi kita semua? 1 Raj. 3:14; lihat juga 1 Yoh. 5:3; 1 Ptr. 4:17.
I Raja-raja 3:14 Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu."
I Yohanes 5:3, "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,"
I Petrus 4:17, "Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?"
Salomo memiliki hikmat yang besar, tetapi hikmat di dalam dan dari dirinya sendiri, jika tidak ditindaklanjuti dan dihidupkan, menjadi tak lebih daripada sekadar informasi yang baik. Dalam arti Alkitabiah kata tersebut, hikmat yang tidak ditindaklanjuti bukanlah hikmat yang benar. Banyak orang yang akan memiliki banyak informasi yang benar tentang Allah dan tuntutan-Nya akan hilang. Tetapi kurangnya penurutan Salomo menyebabkan dia menyimpang dari jalan ke mana Tuhan telah memanggilnya. Hanya di kemudian hari dia benar-benar tiba pada kesadarannya, menulis dalam kerendahan hati: “Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apa pun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya” (Ams. 8:11).
Hikmat adalah aplikasi dari pengetahuan dan pengertian. Pengetahuan mewakili fakta-fakta; pengertian mewakili kearifan; dan hikmat datang dalam proses menerapkan pengertian dan pengetahuan kita untuk hidup kita. Seorang penatalayan yang bijaksana membutuhkan bukan hanya pengetahuan dan pengertian tetapi pengalaman yang muncul dari menghidupkan pengetahuan dan pengertian itu.
Contoh Salomo menunjukkan kepada kita betapa mudahnya bahkan orang yang paling bijaksana dan orang yang paling berpengertian dapat hanyut dalam kekosongan pola hidup materialistis jika orang itu tidak menghidupkan pengetahuan yang telah diberikan kepadanya.
Bandingkan 1 Korintus 3:19 dan Amsal 24:13, 14. Apakah perbedaan antara dua jenis hikmat yang dibicarakan di ayat-ayat ini? Bagikan ja- waban Anda dengan UKSS pada hari Sabat.
I Korintus 3:19, "Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar