MAZMUR 102:1-29
102:1 Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan TUHAN.
102:2 TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.
102:3 Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!
102:4 Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian.
102:5 Hatiku terpukul dan layu seperti rumput, sehingga aku lupa makan rotiku.
102:6 Oleh sebab keluhanku yang nyaring, aku tinggal tulang-belulang.
102:7 Aku sudah menyerupai burung undan di padang gurun, sudah menjadi seperti burung ponggok pada reruntuhan.
102:8 Aku tak bisa tidur dan sudah menjadi seperti burung terpencil di atas sotoh.
102:9 Sepanjang hari aku dicela oleh musuh-musuhku, orang-orang yang mempermainkan aku menyumpah dengan menyebut namaku.
102:10 Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan,
102:11 oleh karena marah-Mu dan geram-Mu, sebab Engkau telah mengangkat aku dan melemparkan aku.
102:12 Hari-hariku seperti bayang-bayang memanjang, dan aku sendiri layu seperti rumput.
102:13 Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun.
102:14 Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.
102:15 Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya.
102:16 Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,
102:17 bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,
102:18 sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.
102:19 Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,
102:20 sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,
102:21 untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,
102:22 supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,
102:23 apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN.
102:24 Ia telah mematahkan kekuatanku di jalan, dan memperpendek umurku.
102:25 Aku berkata: "Ya Allahku, janganlah mengambil aku pada pertengahan umurku! Tahun-tahun-Mu tetap turun-temurun!"
102:26 Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.
102:27 Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah;
102:28 tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.
102:29 Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram, dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu.
Blog ini berisi materi-materi rohani yang menuntun kita bertumbuh dalam pengetahuan rohani untuk lebih mengenal Allah dan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita sehingga kita bisa bertumbuh dalam Iman dan tetap setia menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali. Tuhan memberkati.
Kamis, 14 Mei 2020
Rabu, 13 Mei 2020
KHOTBAH RABU MALAM
TEMPAT RAHASIA ORANG PERCAYA
Mazmur 91:1-16
I. PENDAHULUAN
A. Shalom saudaraku, apa kabar hari ini? Semoga sehat-sehat selalu dan bebas dari covid-19… Satu kesempatan istimewa bisa membagikan Firman Tuhan saat ini. Sebelum kita merenungkan firman Tuhan mari kita berdoa…
B. Sejak mewabahnya virus corona atau COVID-19, ada beberapa ayat yang sering dibagikan di media social salah satunya adalah Mazmur 19 oleh karena didalamnya terdapat janji Tuhan yang luar biasa khususnya ayat yang ke-5 - 7 yang mengatakan: 5 “Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, 6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. 7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.” Ini adalah janji Allah yang luar biasa. Tetapi tahukan saudara bahwa janji ini tidak diberikan kepada semua orang? Bagaimana mungkin? Mari kita lihat…
II. ISI KHOTBAH
A. F. B. Meyer dalam bukunya “Through the Bible day by day,” membagi pasal ini dalam beberapa bagian:
1. Ayat 1 -2, Pernyataan seorang yang percaya bahwa ada berkat tinggal dalam perlindungan Allah dan mendorong hatinya untuk menjalankan imannya secara pribadi.
2. Ayat 3- 8, Sebuah paduan suara yang menyatakan jaminan keselamatan bagi mereka yang percaya.
3. Ayat 9a, Sebuah seruan dimana orang yang percaya bertekad untuk menjalankan imannya kepada Allah bahwa dia akan selamat berada dalam lindungan Allah.
4. Ayat 9b-13, Paduan suara yang kembali menyatakan jaminan perlindungan Allah yang lebih meyakinkan.
5. Ayat 14-16, Pengesahan Allah atas apa yang dipercayai oleh pemazmur dan teman-temannya yang menyanyikan mazmur ini.
B. Jika diringkaskan dari 5 hal diatas kita temukan bahwa perlindungan Allah hanya diberikan kepada mereka yang percaya dan datang ke tempat perlindungan Allah sebagaimana yang dituliskan dalam ayat 1, “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Maha Tinggi dan bermalam dalam naungan Yang Maha Kuasa.” Dalam Alkitab versi King James, menerjemahkan kata “lindungan Yang Maha Tinggi” dengan kata “The Secret Place of the Most High.” Yang jika diterjemahkan bebas berarti “Tempat Rahasia dari Yang Maha Tinggi.” Pertanyaannya adalah apakah tempat rahasia Allah itu?
Satu kutipan yang saya ambil dari www.newcovenantbaptist.org/psalm-91-secret-place-of-the-most-high/ mengatakan: What is the SECRET PLACE of the Most High? A SECRET PLACE is somewhere you go to hide, where no one, including your enemies, can find you. And this “secret place” happens to be the “secret place” of the Most High. The place we go to for refuge, is GOD HIMSELF. & The “SECRET PLACE” is also a picture of PRAYER IN SOLITUDE with God. “Apa TEMPAT RAHASIA Yang Mahatinggi? TEMPAT RAHASIA adalah tempat Anda pergi bersembunyi, di mana tidak seorang pun, termasuk musuh Anda, dapat menemukan Anda. Dan “tempat rahasia” ini kebetulan adalah “tempat rahasia” Yang Mahatinggi. Tempat kami pergi untuk berlindung, adalah ALLAH SENDIRI. & “TEMPAT RAHASIA” juga merupakan gambaran dari DOA KITA PRIBADI bersama Tuhan.
“Tempat Rahasia Allah” adalah tempat dimana kita pergi bertemu dengan DIA secara pribadi tanpa seorangpun yang tahu. Matius 6:6 mengatakan: “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Ellen G. White menuliskan, “Dari tempat rahasia doa muncul kekuatan yang mengguncang dunia dalam Reformasi Besar.” Kemenangan Akhir, hal. 210
Dalam 2 Tawarik 7:13-14, Tuhan memberikan jaminan bagi doa umat-Nya, “Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, 14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”
Saudaraku, doa kita memiliki pengaruh yang besar dalam mendatangkan pemulihan bagi wabah yang sedang melanda bumi ini, oleh karena itu ketika kita berada dirumah, mari kita gunakan waktu sebanyak-banyak secara pribadi untuk memohon kepada Allah agar segera memulihkan keadaan saat ini.
C. Hal menarik lainnya dari pasal ini adalah pada bagian akhir yang juga sangat berhubungan dengan bagian pertama tadi. Ayat 14-16, "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. 15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."
Kata “hatinya melekat kepada-Ku” di ayat 14 dalam Alkitab versi King James diterjemahkan “Because he has set his love upon Me,” yang jika diterjemahkan dengan bebas berarti: “Oleh karena dia telah menetapkan cintanya kepada-Ku,” Artinya kita yang datang kepada Tuhan harus benar-benar mencintai Dia, harus benar-benar mengasihi Tuhan maka kita akan menikmati janji-Nya di ayat 14 seterusnya sampai ayat 16. Bagaimana menetapkan cinta kita kepada TUHAN? Yohanes 14:15, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”
Mari kita baca Keluaran 15:26, firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau."
III. KESIMPULAN
Saudaraku yang dikasihi TUHAN, janji Allah yang luar biasa dalam Mazmur 91 adalah janji bagi orang-orang yang mengasihi Dia dan yang selalu datang kepada-Nya dalam doa pribadi. Ellen G. White mengingatkan: “Orang-orang benar memahami pemerintahan Allah, dan akan menang dengan sukacita kudus dalam perlindungan dan keselamatan abadi yang telah diperoleh Kristus melalui jasa-Nya. Biarkan semua orang mengingat ini, dan jangan lupa bahwa orang jahat, yang tidak menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka, tidak memahami pemeliharaan-Nya. Jalan kebenaran yang belum mereka pilih, dan mereka tidak mengenal Allah. Terlepas dari semua manfaat yang telah Dia berikan dengan ramah kepada mereka, mereka telah menyalahgunakan kemurahan-Nya dengan mengabaikan mengakui kebaikan dan kemurahan-Nya dalam menunjukkan kepada mereka kebaikan-kebaikan ini. Kapan saja Tuhan dapat menarik diri dari tanda kasih sayang dan kasih-Nya yang luar biasa.” {3BC 1150.5}
Saudara-saudaraku, Tetaplah setia kepada TUHAN dan selalu datang secara pribadi ke “Tempat Rahasia dari Yang Maha Tinggi.” Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Salam dan Doa: Pdt. D. Makatika & Keluarga.
Tuhan memberkati kita semua.
FOLLOW THE BIBLE
MAZMUR 101:1-8
101:1 Mazmur Daud. Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN.
101:2 Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.
101:3 Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku.
101:4 Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku, kejahatan aku tidak mau tahu.
101:5 Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.
101:6 Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku.
101:7 Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku.
101:8 Setiap pagi akan kubinasakan semua orang fasik di negeri; akan kulenyapkan dari kota TUHAN, semua orang yang melakukan kejahatan.
101:1 Mazmur Daud. Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN.
101:2 Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.
101:3 Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku.
101:4 Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku, kejahatan aku tidak mau tahu.
101:5 Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.
101:6 Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku.
101:7 Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku.
101:8 Setiap pagi akan kubinasakan semua orang fasik di negeri; akan kulenyapkan dari kota TUHAN, semua orang yang melakukan kejahatan.
Selasa, 12 Mei 2020
FOLLOW THE BIBLE
MAZMUR 100:1-5
100:1 Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
100:3 Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
100:5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Kutipan Ny. Ellen G. White:
"Musik membentuk bagian dari peribadatan kepada Allah di pengadilan di atas, dan kita harus berusaha, dalam nyanyian pujian kita, untuk sedekat mungkin mendekati harmoni paduan suara surgawi. Pelatihan suara yang tepat adalah fitur penting dalam pendidikan dan tidak boleh diabaikan. Bernyanyi, sebagai bagian dari pelayanan keagamaan, adalah tindakan ibadah yang sama banyaknya dengan doa. Hati harus merasakan semangat lagu untuk memberikan ekspresi yang benar." {PP 594}
100:1 Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
100:3 Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
100:5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Kutipan Ny. Ellen G. White:
"Musik membentuk bagian dari peribadatan kepada Allah di pengadilan di atas, dan kita harus berusaha, dalam nyanyian pujian kita, untuk sedekat mungkin mendekati harmoni paduan suara surgawi. Pelatihan suara yang tepat adalah fitur penting dalam pendidikan dan tidak boleh diabaikan. Bernyanyi, sebagai bagian dari pelayanan keagamaan, adalah tindakan ibadah yang sama banyaknya dengan doa. Hati harus merasakan semangat lagu untuk memberikan ekspresi yang benar." {PP 594}
Minggu, 07 April 2019
FOLLOW THE BIBLE
Bacaan Alkitab 1 Pasal 1 Hari dengan Ringkasannya
(Revival and Reformation)
(Revival and Reformation)
Ulangan 24:1 - 22
24:1 "Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya,
24:2 dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain,
24:3 dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati,
24:4 maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.
24:5 Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya."
24:6 "Janganlah mengambil kilangan atau batu kilangan atas sebagai gadai, karena yang demikian itu mengambil nyawa orang sebagai gadai.
24:7 Apabila seseorang kedapatan sedang menculik orang, salah seorang saudaranya, dari antara orang Israel, lalu memperlakukan dia sebagai budak dan menjual dia, maka haruslah penculik itu mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
24:8 Hati-hatilah dalam hal penyakit kusta dan lakukanlah dengan tepat segala yang diajarkan imam-imam orang Lewi kepadamu; apa yang kuperintahkan kepada mereka haruslah kamu lakukan dengan setia.
24:9 Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir.
24:10 Apabila engkau meminjamkan sesuatu kepada sesamamu, janganlah engkau masuk ke rumahnya untuk mengambil gadai dari padanya.
24:11 Haruslah engkau tinggal berdiri di luar, dan orang yang kauberi pinjaman itu haruslah membawa gadai itu ke luar kepadamu.
24:12 Jika ia seorang miskin, janganlah engkau tidur dengan barang gadaiannya;
24:13 kembalikanlah gadaian itu kepadanya pada waktu matahari terbenam, supaya ia dapat tidur dengan memakai kainnya sendiri dan memberkati engkau. Maka engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu.
24:14 Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu.
24:15 Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan hal itu menjadi dosa bagimu.
24:16 Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.
24:17 Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai.
24:18 Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini.
24:19 Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda -- supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.
24:20 Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
24:21 Apabila engkau mengumpulkan hasil kebun anggurmu, janganlah engkau mengadakan pemetikan sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
24:22 Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini."
24:2 dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain,
24:3 dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati,
24:4 maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.
24:5 Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya."
24:6 "Janganlah mengambil kilangan atau batu kilangan atas sebagai gadai, karena yang demikian itu mengambil nyawa orang sebagai gadai.
24:7 Apabila seseorang kedapatan sedang menculik orang, salah seorang saudaranya, dari antara orang Israel, lalu memperlakukan dia sebagai budak dan menjual dia, maka haruslah penculik itu mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
24:8 Hati-hatilah dalam hal penyakit kusta dan lakukanlah dengan tepat segala yang diajarkan imam-imam orang Lewi kepadamu; apa yang kuperintahkan kepada mereka haruslah kamu lakukan dengan setia.
24:9 Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir.
24:10 Apabila engkau meminjamkan sesuatu kepada sesamamu, janganlah engkau masuk ke rumahnya untuk mengambil gadai dari padanya.
24:11 Haruslah engkau tinggal berdiri di luar, dan orang yang kauberi pinjaman itu haruslah membawa gadai itu ke luar kepadamu.
24:12 Jika ia seorang miskin, janganlah engkau tidur dengan barang gadaiannya;
24:13 kembalikanlah gadaian itu kepadanya pada waktu matahari terbenam, supaya ia dapat tidur dengan memakai kainnya sendiri dan memberkati engkau. Maka engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu.
24:14 Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu.
24:15 Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan hal itu menjadi dosa bagimu.
24:16 Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.
24:17 Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai.
24:18 Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini.
24:19 Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda -- supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.
24:20 Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
24:21 Apabila engkau mengumpulkan hasil kebun anggurmu, janganlah engkau mengadakan pemetikan sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
24:22 Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini."
Shalom,,, Mari kita ringkaskan periop ini.
Ada dua perikop yang terdapat dalam Ulangn 24:1 - 22, yang pertama berbicara tentang perceraian yang pada intinya,(1) Allah tidak mengizin seorang pria yang telah menceraikan istrinya dan telah mengusirnya keluar dari rumah kemudian istrinya menikah lagi dengan pria lain, setelah suami dari mantan isterinya ini meninggal dunia, pria ini tidak boleh lagi mengambil wanita ini menjadi istrinya sebagai alasan bahwa mantan isterinya ini telah dicemari (4) dan ini adalah kekejian dihadapan TUHAN, (2) Seorang pria yang baru menikah haruslah tidak dibebankan suatu pekerjan atau pergi berperang karena dia harus mengurus keperluan rumah tangganya dan menyukankan hati istrinya.
Bagian kedua berbicara tentang melindungi sesama manusia (1) kita tidak boleh mengambil usaha seseorang sebagai gadai, karena itu sama dengan mengambil nyawa orang (2) seorang penculik yang menculik kemudian menjual orang itu sebagai budak harus dihuku mati (3) Kita harus menjaga diri kita kudus sebagai umat Tuhan dan menuruti perintah apa yang dikatakan Allah melalui para imam (4) jika kita mengambil gadai untuk sesuatu yang kita pinjamkan, janganlah masuk kerumahnya, jika dia orang miskin kembalikan itu sebelum malam maka kita akan menjadi benar dihadapan Allah (5) Bayar upah pengerja harian sebelum matahari terbenam agar tidak menjadi dosa jika ia mengeluh karena hal itu (6) setiap orang harus dihukum karena dosanya sediri (7) Allah memerintahkan kita memperlakukan orang asing dan anak yatim, para janda dan orang miskin dengan baik oleh karena Allah telah melakukan yang baik bagi kita sebelumnya.
Ada dua perikop yang terdapat dalam Ulangn 24:1 - 22, yang pertama berbicara tentang perceraian yang pada intinya,(1) Allah tidak mengizin seorang pria yang telah menceraikan istrinya dan telah mengusirnya keluar dari rumah kemudian istrinya menikah lagi dengan pria lain, setelah suami dari mantan isterinya ini meninggal dunia, pria ini tidak boleh lagi mengambil wanita ini menjadi istrinya sebagai alasan bahwa mantan isterinya ini telah dicemari (4) dan ini adalah kekejian dihadapan TUHAN, (2) Seorang pria yang baru menikah haruslah tidak dibebankan suatu pekerjan atau pergi berperang karena dia harus mengurus keperluan rumah tangganya dan menyukankan hati istrinya.
Bagian kedua berbicara tentang melindungi sesama manusia (1) kita tidak boleh mengambil usaha seseorang sebagai gadai, karena itu sama dengan mengambil nyawa orang (2) seorang penculik yang menculik kemudian menjual orang itu sebagai budak harus dihuku mati (3) Kita harus menjaga diri kita kudus sebagai umat Tuhan dan menuruti perintah apa yang dikatakan Allah melalui para imam (4) jika kita mengambil gadai untuk sesuatu yang kita pinjamkan, janganlah masuk kerumahnya, jika dia orang miskin kembalikan itu sebelum malam maka kita akan menjadi benar dihadapan Allah (5) Bayar upah pengerja harian sebelum matahari terbenam agar tidak menjadi dosa jika ia mengeluh karena hal itu (6) setiap orang harus dihukum karena dosanya sediri (7) Allah memerintahkan kita memperlakukan orang asing dan anak yatim, para janda dan orang miskin dengan baik oleh karena Allah telah melakukan yang baik bagi kita sebelumnya.
Mari belajar Alkitab.
Tuhan kiranya memberkati kita hari ini.
Tuhan kiranya memberkati kita hari ini.
Selasa, 20 Februari 2018
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA
Tujuan Persepuluhan
Paulus menulis kepada Timotius: “‘Janganlah kamu memberangus mulut lembu yang sedang mengirik’, dan lagi ‘seorang pekerja patut mendapat upahnya’” (1 Tim. 5:18). Dia mengutip Musa dalam Ulangan 25:4 berkaitan dengan lembu dan Yesus dari Lukas 10:7 berkaitan dengan pekerja. Ungkapan tentang lembu tampaknya menjadi sebuah pepatah, dan itu berarti adalah adil bagi lembu untuk memakan padi-padian sementara bekerja. Dengan cara yang sama, pepatah kedua berarti bahwa pekerja yang sungguh-sungguh yang memberitakan Injil harus dihargai dengan upah.
Allah menciptakan dan bekerja dalam sistem. Dia telah merancang sistem tata surya, ekosistem, sistem pencernaan, sistem saraf, dan banyak lagi. Sistem persepuluhan digunakan oleh orang-orang Lewi (Bil. 18:26) dalam memelihara Bait Suci dan untuk menunjang mereka. Persamaan saat ini mungkin mereka yang mengabdikan hidup mereka untuk memberitakan Injil. Sistem persepuluhan Allah adalah cara yang dipilih-Nya untuk mendukung pelayanan, dan itu telah digunakan sepanjang sejarah keselamatan. Maka, mendukung pekerja-pekerja seperti itu dengan persepuluhan adalah dasar dan prinsip untuk pekerjaan Allah.
Apakah yang Paulus maksudkan dan apa makna moral dari ungkapan “Demikianlah pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu” (1 Kor. 9:14)? Apakah yang 2 Korintus 11:7-10 ajarkan tentang perlunya untuk mendukung orang-orang yang menyebarkan Injil?
Ketika Paulus berkata: “Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan mene- rima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!” (2 Kor. 11:8), dia berbicara seperti mengejek menerima upah dari gereja Makedonia yang miskin sementara melayani ke jemaat Korintus yang kaya. Maksud dia kepada gereja di Korintus adalah bahwa mereka yang memberitakan Injil layak untuk digaji.
Persepuluhan digunakan untuk tujuan tertentu dan harus tetap demikian. “Perpuluhan diasingkan untuk suatu maksud khusus. Perpuluhan tidak boleh dianggap sebagai dana sosial. Tetapi khusus diabdikan untuk membantu mereka yang membawa pekabaran Allah kepada dunia, dan tak boleh diselewengkan dari maksud ini.”—Ellen G. White, Counsels on Stewardship, hlm. 103.
Bacalah Imamat 27:30. Dalam cara apakah prinsip yang terlihat di sini berlaku bagi kita sekarang?
Senin, 19 Februari 2018
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA
Berkat-Berkat Allah
Seperti yang kita lihat dalam Maleakhi 3:10, Allah menjanjikan berkat besar kepada mereka yang setia dalam persepuluhan mereka. Namun berkat Allah tidaklah satu dimensi. Untuk menekankan, misalnya, akumulasi aset materi sebagai berkat, dengan mengorbankan segala sesuatu yang lain, adalah pandangan yang sangat sempit terhadap apa sesungguhnya berkat Allah itu.
Berkat dalam Maleakhi adalah berkat rohani dan juga berkat sementara. Arti berkat Allah dibuktikan dengan keselamatan, kebahagiaan, kedamaian hati, dan Allah selalu melakukan apa yang terbaik bagi kita. Juga, ketika kita diberkati oleh Allah, kita berkewajiban membagikan berkat-berkat itu dengan orang yang kurang beruntung. Kita telah diberkati untuk memberkati orang lain. Memang, melalui kita Allah mampu memperluas berkat-berkat-Nya di tempat lain.
Bacalah 1 Petrus 3:8, 9. Apakah yang Petrus katakan kepada kita tentang hubungan antara diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain?
Dari persepuluhan berkat ganda datang. Kita diberkati, dan kita menjadi berkat kepada orang lain. Kita bisa memberikan dari apa yang telah diberikan kepada kita. Berkat-berkat Allah bagi kita menyentuh ke dalam dan kepada orang lain secara luar. “Berilah dan kamu akan diberi.... Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Luk. 6:38).
Bacalah Kisah Para Rasul 20:35. Bagaimanakah hal ini berlaku untuk persepuluhan juga?
Berkat terbesar persepuluhan mengajarkan kita untuk percaya kepada Allah (Yer. 17:7). “Sistem persepuluhan yang istimewa ini didirikan di atas prinsip yang abadi seperti hukum Allah. Sistem persepuluhan ini adalah berkat bagi orang-orang Yahudi, jika tidak Allah tidak akan memberikannya kepada mereka. Demikian juga hal itu akan menjadi berkat kepada mereka yang melaksanakannya hingga akhir zaman. Bapa surgawi kita tidak memulai rencana persembahan terpadu untuk memperkaya diri-Nya sendiri, tetapi menjadi berkat besar kepada manusia. Dia melihat bahwa sistem kemurahan hati ini adalah satu-satunya yang dibutuhkan manusia.”—Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 3, hlm. 404, 405.
Pikirkan tentang saat-saat Anda telah diberkati oleh Tuhan melalui pelayanan orang lain kepada Anda. Lalu bagaimanakah Anda dapat pergi dan melakukan hal yang sama kepada orang lain?
Langganan:
Postingan (Atom)
BACAAN ALKITAB HARIAN
FOLLOW THE BIBLE
Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...
-
TEMPAT RAHASIA ORANG PERCAYA Mazmur 91:1-16 I. PENDAHULUAN A. Shalom saudaraku, apa kabar hari ini? Semoga sehat-sehat selalu dan...
-
Pelajaran 11 PERISTIWA-PERISTIWA AKHIR ZAMAN Ayat Hafalan: “Dan barangsiapa yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang...
-
MARI BELAJAR ALKITAB: PELAJARAN ALKITAB