Sabtu, 05 Agustus 2017

SEKOLAH SABAT



SABTU, 5 AGUSTUS 2017
JALAN MENUJU IMAN
Bacalah Untuk Pelajaran Pekan Ini

Gal. 3:21–25; Im. 18:5; Rm. 3:9–19; 1 Kor. 9:20; Rm. 3:1, 2; 8:1–4.

Ayat Hafalan
“Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu dibawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya” (Galatia 3:22).
Merpati pos telah lama dikenal karena kesanggupan mereka terbang ratusan mil sehari dan tiba ditujuan mereka dengan ketepatan yang mengagumkan. Namun, merpati yang paling baikpun ada kalanya kesasar, tidak pernah kembali ketempat asal mereka. Kejadian terburuk terjadi di Inggris ketika sekitar dua puluh ribu burung (berharga lebih dari enam ratus ribu dolar) tidak pernah kembali ke sangkar mereka.
Sebagaimana yang kebanyakan kita pernah mengalaminya, kesasar, atau hilang, tidaklah menyenangkan. Itu membuat kita takut dan cemas; juga dapat membuat kita panik.
Hal yang sama berlaku dalam hal rohani. Bahkan setelah kita menerima Kristus, kita bisa saja hilang, atau kesasar, bahkan bisa saja tidak pernah kembali kepada Tuhan.
Namun, kabar baiknya adalah, Allah tidak meninggalkan kita sendirian. Ia telah memetakan jalan iman, sebagaimana terungkap di dalam Injil, dan jalan itu termasuk hukum. Banyak orang mencoba memisahkan hukum dari Injil; sebagian orang bahkan melihat keduanya bertentangan. Pandangan ini tidak hanya keliru, itu bisa membawa akibat yang tragis. Tanpa hukum, kita tidak akan memiliki Injil. Sungguh sukar memahami Injil tanpa hukum.

Rabu, 05 Juli 2017

PELAJARAN ALKITAB

PELAJARAN 7


keselamatan

PENGULANGAN Pelajaran sebelumnya, kita telah mempelajari siapakah Roh Kudus itu.
PENDAHULUAN Pelajaran hari ini kita akan menemukan langkah-langkah penting untuk pertobatan atau mengalami kelahiran kembali.
KS-1            Allah adalah kasih dan Dia mau menebus kita. 1 Yoh 4:8, 9
KS-2            Dia menciptakan kita dalam gambar-Nya. Kej 1:27-31
KS-3            Dosa merusak hubungan kita dengan Allah. Kej 3:8
KS-4            Dosa memisahkan kita dari Allah. Rom 6:23
KS-5            SEMUA orang telah berbuat dosa. Rom 3:23
KS-6            Adam telah membawa kematian, Yesus membawa hidup. Rom 5:18, 19
KS-7            Yesus memikul kutuk kita. Gal 3:13
KS-8            Yesus memikul akibat pelanggaran kita. Ibr 2:8, 9
KS-9            Yesus RINDU menyelamatkan kita. 2 Petrus 3:9
KS-10           Ketika kita bertobat, Dia mengampuni kita. Kis 3:19
KS-11           Apakah dua hal yang menuntun kepada pertobatan?  Ams 28:13
                    1.     Mengakui dosa-dosa kita.
                    2.     Meninggalkan dosa-dosa kita.
KS-12           Jika kita mengaku dosa kita, bisakah kita mendapatkan jaminan untuk diampuni?   I Yoh 1:9 
                    1.     Jika kita mengaku dosa kita, Kristus setia mengampuni kita.
                    2.     Dia akan menyucikan kita dari segala kejahatan.
KS-13           Bagaimana kita mendapatkan kekuatan, keberanian dan kuasa menghidupkan kehidupan kristen? Galatia 2:20  Dengan membiarkan Kristus tinggal dalam kehidupan kita, kita bisa hidup bagi Dia dan melakukan apa yang Dia inginkan.
KS-14            Diselamatkan oleh Kasih Karunia melalui iman. Ef 2:8
KS-15            Kita menjadi anak-anak Allah. Yoh 1:12
KS-16            Diberikan karunia hidup yang kekal. 1 Yoh 5:11-13
KS-17            Satu ayat yang menyangkut semuanya adalah Yoh 3:16
Apakah kita mau meminta pertolongan kepada Yesus, sehingga kita bisa berbalik dari jalan hidup kita yang berdosa?  Apakah kita mau mengakui kesalahan kita dan bertobat dan membiarkan Allah menyucikan kita dari segala kesalahan kita?  Apakah kita mau mengizinkan Yesus hidup dalam kehidupan kita dan memberikan hidup yang kekal?

SEKILAS:   Pelajaran selanjutnya, kita akan berbicara tentang satu topic yang sering didiskusikan yaitu: "Hukum dan Kasih Karunia".

Jumat, 30 Juni 2017

RENUNGAN PAGI

Jumat, 30 Juni 2017
Terlantar tetapi Tidak Ditinggalkan
"Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena kasih sayang­Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga tiang api pada ma lam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui" (Nehemia 9:19). 
Kecuali Kaleb dan Yosua, semua orang yang meninggalkan Mesir mening­gal selama 40 tahun pengembaraan Israel di padang gurun. Mereka, karena ketidaktaatan mereka, satu generasi ditolak, bangsa itu tidak memenuhi syarat, bangsa yang tidak terhormat.
Nehemia mengingatkan kita bahwa meskipun mereka sering tidak setia dan ditelantarkan, mereka tidak pernah ditinggalkan. Yahwe tidak hanya membe­rikan mereka tiang awan pada siang hari dan tiang api pada waktu malam, te­tapi Dia juga memberi Roh-Nya yang baik untuk memberikan kepada mere­ka petunjuk dan manna untuk makanan mereka. Seperti yang dijanjikan-Nya, Dia mencukupi mereka sehingga mereka tidak kekurangan. Pakaian mereka "tidak menjadi rusak" dan "kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu" (UL 29:5). "Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamat­kan mereka" (Yes. 63:9). Hukuman-Nya seringkali terasa pahit, tetapi itu mem­buat mereka menjadi lebih baik. Murka Allah bukan hanya masalah perihnya hukuman, tetapi langkah-langkah untuk memperbaiki yang menginstruksikan untuk bertobat. 
Zaman ini kita banyak mendengar tentang kelemahan Israel modern, ten­tang kurangnya kerohanian di gereja, tentang fakta bahwa kita, seperti rekan­rekan kita pada zaman dulu yang telah menyimpang terlalu jauh di padang gu­run. Memang benar seharusnya Israel modern dari dulu telah mencapai waris­an tersebut. Kita juga sering frustrasi dalam perjalanan kita. Sangat tepat bila kita digambarkan sebagai Laodikia pada Wahyu 3. Tetapi mereka yang terobsesi dengan ciri-ciri Laodikia kita tidak pernah bisa mengatasi kenegatifan dan ke­suraman yang dihasilkan oleh fokus yang berlebihan pada kelemahan gereja. 

Kita juga menderita kerugian karena ketidakpercayaan; kita juga memerlu­kan kebangkitan, pertobatan dan pembaruan yang membara, merupakan ke­butuhan kita yang terbesar dan paling mendesak. Namun, kita perlu menaruh ke hati kita kenyataan bahwa bahkan meskipun dengan segala pergumulan ki­ta, kita tetap "biji mata [Nya]" (Mzm. 17:8); dan bahwa "gereja, yang lemah dan cacat, yang perlu ditegur, diperingatkan dan dinasihati, merupakan satu-satun­ya objek di bumi di mana Kristus menganugerahkan perkara-perkara-Nya yang tertinggi" (Testimonies to Ministers, hlm. 49). Pemikiran ini menghasilkan opti­misme dan jaminan yang memerangi keputusasaan mereka yang tertekan oleh penyakit Sion dan menanamkan kepercayaan yang penuh harapan kepada ke­setiaan yang lebih mendalam. 

Kamis, 29 Juni 2017

PELAJARAN SEKOLAH SABAT

Kamis, 29 Juni 2017
Konflik Dalam Gereja
Tentu saja, tidak ada manusia yang sempurna, maka tidak lama, masalah pun mulai muncul dalam persekutuan umat percaya mula-mula.
Awalnya, tidak semua orang senang dengan masuknya orang percaya bukan Yahudi ke dalam gereja mula-mula. Perselisihan itu bukannya mengenai konsep misi kepada bukan Yahudi, tapi mengenai dasar atas mana bangsa-bangsa lain harus diizinkan untuk bergabung. Sebagian orang merasa bahwa iman pada Yesus saja tidak cukup sebagai tanda pengenal orang Kristen; menurut mereka iman harus dilengkapi dengan sunat dan penurutan kepada hukum Musa. Mereka menegaskan, untuk menjadi scorang Kristen sejati, bangsa-bangsa Iain perlu disunat. (Dalam Kis. 10:1-11:18, kita dapat melihat sejauh mana pembagian antara bangsa Yahudi dan bukan Yahudi melalui pengalaman Petrus dengan Kornelius dan reaksi yang terjadi kemudian.) 
Kunjungan resmi dari Yerusalem, yang memantau pekerjaan Filipus di antara orang-orang Samaria (Kis. 8:14) dan pekerjaan lnjil kepada bangsa-bangsa lain di Antiokhia (Kis. 11 :22), dapat menimbulkan beberapa kekhawatiran perihal masuknya bukan Yahudi dalam komunitas Kristen. Namun, reaksi terhadap baptisan Petrus atas Kornelius, seorang tentara Romawi yang tidak bersunat, adalah contoh yang jelas dari perselisihan yang muncul yang meragukan keberadaan bukan Yahudi di antara orang-orang percaya mula-mula. Masuknya orang bukan Yahudi seperti Kornelius mungkin telah menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang, tetapi upaya Paulus yang sungguh-sungguh untuk membuka lebar-lebar pintu gereja bagi bangsa-bangsa lain atas dasar iman di dalam Yesus saja, mengakibatkan upaya yang sengaja dari beberapa orang untuk melemahkan pelayanan Paulus. 
Bagaimanakah orang percaya tertentu dari Yudea mencoba untuk melawan pekerjaan Paulus bagi orang Kristen bukan Yahudi di Antiokhia? Kis 15:1-5
Meskipun Rapat Yerusalem yang membahas soal sunat, dalam Kis. 15, akhirnya berpihak pada Paulus, perlawanan terhadap pelayanan Paulus terus berlanjut. Sekitar tujuh tahun kemudian, pada saat kunjungan terakhir Paulus ke Yerusalem, banyak yang masih curiga mengenai Injil Paulus. Bahkan, ketika Paulus mengunjungi bait suci, dia hampir kehilangan nyawanya ketika orang Yahudi dari Asia berteriak “Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat Suci ini!” (Kis 21:28; Iihat juga 21:20-21).
Tempatkanlah diri Anda pada posisi orang percaya Yahudi yang khawatir tentang ajaran Paulus. Mengapakah kekhawatiran dan perlawanan mereka sepertinya masuk akal? Apakah yang bisa kita pelajari dari hal ini tentang bagaimana prasangka kita sehdiri, serta pemahaman budaya (dan bahkan agama), dapat menyesatkan kita? Bagaimanakah kita bisa belajar untuk melindungi diri agar tidak melakukan kesalahan yang sama, tanpa memandang seberapa baik niat kita?

PELAJARAN ALKITAB

pelajaran 6


ROH KUDUS

PENGULANGAN:  Pelajaran sebelumnya, kita telah belajar bahwa ada SATU ALLAH dengan tiga pribadi dan bahwa pikiran kita yang terbatas tidak bisa sepenuhnya memahami yang sesungguhnya.
PENDAHULUAN: Dalam pelajaran ini kita akan belajar lebih jauh lagi tentang kepribadian dari Roh Kudus.  Beberapa orang berpikir bahwa Roh Kudus adalah sesuatu. Apakah Alkitab setujuh?
RK-1      Yesus mengatakan bahwa ROh Kudus adalah satu pribadi keallahan. Bukan SESUATU. Yoh 16:7
RK-2      Dia adalah mahkluk yang berpribadi. Ef 4:30
RK-3      Bagian dari KeAllahan. Matt 28:19, 20; Kis 5:3,4 berdusta kepada Roh Kudus...berdusta kepada Allah.
RK-4      Tinggal bersama kita (memimpin dan menuntun). Kej 6:3
RK-5      Mengantarai kita. Rom 8:26
RK-6      Memiliki Pemikiran sendiri. Rom 8:27
RK-7      Bersaksi bagi kita. Rom 8:16
RK-8      Menghasilkan buah Roh dalam kehidupan kita. Gal 5:22-26
RK-9      Mengerjakan perubahan karakter didalam hati kita. Ez 36:26, 27
RK-10    Berpartisipasi dalam penciptaan dengan Bapa dan Anak. Kej 1:2
RK-11    Dia Kekal. Ibr 9:14
RK-12    Menuntun kita kedalam seluruh kebenaran. Yoh 16:13, 14
RK-13    Guru dari Allah bagi kita. Yoh 14:26
RK-14    Tubuh kita adalah kaabah dari Roh Kudus sebagai bagian dari keselamatan kita. 1 Kor 6:19-20
RK-15    ROh Kudus menyadarkan kita akan dosa. Yoh 16:8

Roh Kudus bekerja dengan aktif dalam kehidupan kita, menyadarkan kita akan dosa dan memimpin kita pada jalan keselamatan. Apakah kita mau dipimpin? Allah tidak memaksa kita untuk memilih? Apakah engkau memilih untuk mengikut Tuhan?

SEKILAS:  Pelajaran selanjutnya kita akan belajar bagaimana kita bisa memilih untuk diselamatkan dari dosa dan kematian.

Download Pdf

RENUNGAN PAGI

Kamis 29 Juni
Menyeberang
"Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu"
(Yosua 7:2). 
Pada musim semi ketika bangsa Israel menyeberang ke Kanaan. Salju dari Gunung Hermon yang tinggi, yang membentang menjulang tinggi 10.000 
kaki ke langit, mencair, dan mengalirkan air deras yang mengalir ke Sungai Yor­dan yang lebih rendah, memenuhi semua tepiannya. Menemukan jalan yang aman untuk menyeberangi sungai di musim ini hampir mustahil. 
Israel diperintahkan untuk menyeberang pada waktu dan pada tempat yang paling berbahaya-begitu juga dengan kita. Dosa, mengalir turun kepada ki- ta dari permulaan 6000 tahun di Eden, membanjiri masyarakat kita dengan "air pasang" kejahatan. Sejarah manusia telah tiba pada zaman yang terburuk: Za­man terburuk untuk melihat ke media publikasi kita, untuk bergantung kepa­da perjanjian dan kontrak, untuk memercayai politikus, untuk bepergian di ja­lan raya kita, untuk membesarkan anak-anak kita, untuk percaya bahkan ke­pada penjaga keamanan kita, untuk menciptakan perdamaian di antara bang­sa-bangsa, untuk melakukan kesaksian Injil. Namun Allah memerintahkan kita pada titik yang mengagumkan dalam sejarah ini pada zaman yang penting dan mengerikan ini: "Bersiaplah-menyeberanglah!" 
Kesempatan bagi Israel tampaknya mustahil. Pokok masalah dalam menye­berang Sungai Yordan adalah ketergantungan mereka terhadap pemimpin yang jauh kurang berpengalaman daripada Musa yang telah teruji dan terbukti. Teta­pi dengan semua kekurangan ini meskipun demikian, ketika imam, pemelihara hukum rohani, dengan setia menurut kepada perintah Allah, menginjakkan ka­ki mereka ke Sungai Yordan, airnya terbelah membentuk dinding, dan mereka menyeberang dengan aman menuju Tanah Perjanjian (Yosua 3). 
Dan di sini kembali Yesus tidak dapat disangkal lagi merupakan Musa yang lebih baik. Dia meninggalkan kita sebelum kita tiba di Kanaan surgawi, tetapi bukan kepada tangan yang lebih rendah. Dia menempatkan kita dalam peme­liharaan Penuntun yang setara dengan Dia-Roh Kudus. Dan Dialah yang ki­ni memimpin kita untuk melalui pergolakan dalam masyarakat kita yang sakit dan hina menuju sukacita di tanah yang berlimpah ruah. 
Ketika kita masuk ke sana, Kristus sendiri menunggu untuk menyambut ki­ta pulang. Kita akan melihat Dia di sana. Dia tidak akan menjadi seperti pe­mimpin Israel, kenangan yang suci. Dia akan menjadi Tuhan kemuliaan kita yang akan ada sampai selamanya; yang di hadapan-Nya, dan kepada-Nya ki­ta akan menyanyikan nyanyian Musa dan Anak Domba dan bersukacita selama kekekalan seperti yang akan kita peroleh!

Rabu, 28 Juni 2017

PELAJARAN SEKOLAH SABAT

Rabu, 28 Juni 2017
Injil Diberitakan kepada Bangsa Lain 
Di manakah gereja bukan Yahudi pertama kali didirikan? Peristiwa apakah yang menyebabkan orang-orang percaya pergi ke sana? (Kis. 11: 19-21, 26). Hal itu mengingatkan Anda tentang apakah dari zaman Perjanjian Lama? (Lihat Daniel 2.)
Penganiayaan yang terjadi di Yerusalem setelah kematian Stefanus menyebabkan sejumlah orang percaya Yahudi melarikan diri tiga ratusan mil ke utara ke Antiokhia. Sebagai Ibukota Provinsi Romawi Siria, pentingnya Antiokhia hanya kalah dari Roma dan Alexandria. Penduduknya yang diperkirakan lima ratus ribu, sangat kosmopolitan, menjadikannya lokasi yang ideal tidak hanya untuk sebuah gereja bukan Yahudi, tetapi sebagai basis dari jemaat mula-mula untuk memulai misi ke seluruh dunia. 
Apakah yang terjadi di Antiokhia yang mengakibatkan kunjungan Barnabas ke kota itu dan keputusannya selanjutnya untuk mengundang Paulus untuk bergabung dengannya di Antiokhia? Gambaran jenis apakah yang disajikan jemaat di sana? (Kis. 11:20-26). 
Adalah sulit untuk menyusun kronologi kehidupan Paulus, tetapi tampaknya bahwa sekitar lima tahun berlalu antara kunjungan ke Yerusalem pasca pertobatan (Kis. 9:26-30) dan undangan Barnabas untuk bergabung dengannya di Antiokhia. Apa yang Paulus lakukan selama tahun-tahun itu? Sulit untuk mengatakan dengan pasti. Namun berdasarkan komentarnya dalam Galatia 1:21, ia mungkin telah memberitakan Injil di daerah-daerah Siria dan Kilikia. Sebagian orang memperkirakan bahwa, mungkin, selama waktu itulah hak warisnya dicabut oleh keluarganya (Flp. 3:8). Dan menderita sejumlah kesulitan yang ia gambarkan dalam 2 Korintus 11:23-28. Gereja di Antiokhia berkembang di bawah pengaruh Roh Kudus. Gambaran dalam Kis. 13:1 menunjukkan bahwa sifat kosmopolitan kota itu segera tercermin dalam keragaman etnis dan budaya dari gereja itu sendiri. (Barnabas berasal dari Siprus, Lukius dari Kirene, Paulus dari Kilikia, Simon kemungkinan dari Afrika, dan pikirkan Juga tentang semua orang bertobat dari yang bukan Yahudi.) Roh sekarang berusaha untuk membawa Injil ke lebih banyak bangsa lain dengan menggunakan Antiokhia sebagai basis untuk jangkauan misionaris yang lebih jauh di luar Siria dan Yudea.
Bacalah lagi Kis. 11:19-26. Apakah yang dapat kita pelajari dari jemaat di Antiokhia, jemaat yang sangat beragam budaya, etnis, yang bisa membantu jemaat-jemaat saat ini meniru apa yang baik yang ada di sana? 

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...