Sabtu, 03 Februari 2018

PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA

Sabat, 3 Februari 2018
TANDA SEORANG PENATALAYANAN
Untuk Pelajaran Pekan Ini, Bacalah: Ibr. 11:8-12; Roma 4:13, 18-21; Mat. 6:24; Ibr. 9:14; 1 Yoh. 5:2,3; Lukas 16:10-12.
Ayah Hafalan: “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan raha- sia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demiki- an ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercaya” (1 Korintus 4:1, 2). 
Penatalayan dikenal dengan merek mereka, atau ciri khusus mereka, seperti penjual yang dikenal dengan logo atau merek mereka. Faktanya, banyak orang telah menjadi terkenal dengan mengubah diri mereka sendiri menjadi merek berharga.
Merek, atau tanda seorang penatalayan Kristen, adalah pantulan kasih Kristus melalui hubungan yang ia miliki dengan-Nya. Ketika kita menghidupkan dan mempraktikkan sifat-sifat Kristus, kehidupan kita akan mengungkapkan merek kita; identitas kita dipadukan dengan-Nya (1 Kor. 6:17).
Pekan ini kita melihat ciri-ciri karakter penatalayan Allah yang membentuk merek mereka. Sifat-sifat ini menginspirasi kita untuk melihat kepada kedatangan Yesus dan untuk melakukan pekerjaan yang dipercayakan kepada kita sebagai penatalayan kebenaran-Nya yang setia. Setiap karakter menggambarkan hubungan dalam yang kita bisa miliki dengan Dia yang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Semakin sifat-sifat ini dipelajari, semakin dalam sifat ini akan mendarah daging dalam hidup kita. Karakter kasih Allah, dalam semua dinamikanya, akan menjadi merek kita dan mempunyai pengaruh dalam setiap aspek kehidupan kita, hari ini dan selamanya.
*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat 10 Februari 2018

FOLLOW THE BIBLE - BELIEVE HIS PROPHETS

Matius 9

9:1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
9:3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
9:5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
9:7 Dan orang itu pun bangun lalu pulang.
9:8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.
9:9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
9:10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
9:11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
9:12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
9:15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
9:16 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."
9:18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
9:19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
9:20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
9:21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
9:22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
9:23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
9:24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.
9:25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
9:26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.
9:27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud."
9:28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."
9:29 Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."
9:30 Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini."
9:31 Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.
9:32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.
9:33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel."
9:34 Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."
9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Jumat, 02 Februari 2018

SEKOLAH SABAT DEWASA

Jumat, 2 Februari 2018
Pendalaman: Kata yang diterjemahkan sebagai “penatalayan” dalam beberapa ayat-ayat Perjanjian Lama datang, tidak dari satu kata tetapi dari sebuah ungkapan: asher al bayt, “orang yang ada di atau atas rumah.” Sebagai contoh, Kejadian 43:19 dapat diterjemahkan: “Ketika mereka mendekati penatalayan rumah Yusuf itu, mereka berbicara kepadanya di depan pintu rumah.” Jika seseorang mempertimbangkan bahwa keluar yang tinggal di dalam rumah adalah bagian dari rumah itu sendiri, maka apa yang lebih berharga kepada seseorang daripada rumah mereka sendiri? Oleh karena itu, penatalayan adalah seorang yang dipercayakan sesuatu yang sangat berharga yang, bagaimanapun, bukan miliknya. Dalam banyak hal, itu menjadikan tanggung jawab bahkan lebih besar daripada yang sebenarnya jika penatalayan bertanggungjawab atas milik- nya sendiri.
Ide yang sama dilanjutkan juga dalam Perjanjian Baru. “Perjanjian Baru mengambil ide-ide Perjanjian Lama dan menggabungkan mereka dengan ide- ide abad pertama, konsep-konsep, dan kata-kata, hingga memperkaya dan memperluas pengajaran Alkitab tentang penatalayanan. Kata-kata Yunani yang paling umum digunakan dalam hubungan dengan penatalayanan berasal dari oikos dan oikia, ‘rumah.’ oikonomos adalah orang yang menjaga rumah: Penatalayan atau manajer. Oikonomia adalah kata benda abstrak, “pengelolaan rumah,” makna yang sering jauh lebih luas.”—Handbook of Seventh-day Adventist Theology(Hagerstown, Md.: Review and Herald Publishing Association, 2000), hlm. 653.
Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:
1.Gantinya mengambil tanggung jawab karena memakan buah larangan, apakah yang Adam katakan kepada Allah ketika ditanya tentang apa yang dia telah lakukan? Kej. 3:12. Betapa menarik bahwa salah satu respons manusia paling awal yang ditimbulkan oleh dosa adalah berusaha untuk memindahkan kesalahan dari diri sendiri kepada orang lain. Apakah yang tanggapannya katakan tentang kesediaannya untuk menerima tanggung jawab pribadi atas tindakannya? Apakah yang seharusnya hal itu beritahukan kepada kita tentang kesediaan kita sendiri? Bagaimanakah kita bisa belajar menghindari sifat umum dari menyalahkan orang lain atas kesalahan kita?
2.Di UKSS, bahaslah lebih dalam gagasan menjadi penatalayan dari hal-hal yang tidak nyata tetapi rohani. Apakah artinya? Bagaimana- kah kita “mengelola” hal-hal ini?
3.Pikirkan tentang pekabaran tiga malaikat dari Why. 14:6-12. Apakah kebenaran penting yang disajikan di sana tentang bahwa kita telah diberikan tanggung jawab untuk menjadi penatalayan?
4.Mengapakah begitu penting bagi kita untuk belajar percaya dan yakin pada hal rohani yang kita tidak pahami sepenuhnya? Namun demikian dalam cara duniawi apa kita melakukannya sepanjang waktu?

FOLLOW THE BIBLE - BELIEVE HIS PROPHETS

Matius 8

8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
8:6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.
8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
8:14 Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
8:15 Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia.
8:16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."
8:23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.
8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
8:27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
8:28 Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
8:29 Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
8:30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.
8:31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
8:32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
8:33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.
8:34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Kamis, 01 Februari 2018

FOLLOW THE BIBLE - BELIEVE HIS PROPHETS

Matius 7

7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
7:6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
7:9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
7:10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
7:28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,
7:29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

SEKOLAH SABAT DEWASA

Kamis, 1 Februari 2018
Tanggung Jawab Kita Sebagai Penatalayanan
Penatalayan bijaksana dijelaskan oleh kesediaan mereka untuk menerima dan melaksanakan prinsip moral dari tanggung jawab pribadi. Penerimaan akan tanggung jawab pribadi adalah pilihan yang kita buat dan tindakan yang kita ambil. Itu mengakui hubungan antara sebab dan akibat. Kesediaan untuk menerima tanggung jawab pribadi adalah sifat kunci yang tidak bisa diabaikan ketika kita menjelaskan apa itu penatalayan, karena penatalayan haruslah tulus hati dalam memiliki kepentingan terbaik dari Pemilik hati. Oleh karena itu, kesediaan seperti itu adalah pilihan yang menjelaskan hubungan yang diinginkan seorang penatalayan miliki dengan Allah.
“Allah rindu untuk membawa manusia ke dalam hubungan langsung dengan diri-Nya sendiri. Dalam semua urusan-Nya dengan manusia Dia mengakui prinsip tanggung jawab pribadi. Dia berusaha untuk mendorong rasa ketergantungan pribadi dan menanamkan kesan kebutuhan akan bimbingan pribadi. Pemberian-Nya dipercayakan kepada manusia sebagai individu. Setiap manusia telah dijadikan penatalayan atas tanggung jawab yang kudus; masing-masing melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan pengarahan sang Pemberi; dan oleh semua pertanggungjawaban penatalayanannya harus diberikan kepada Allah.”—Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 7, hlm. 176.
Ketika kita menjadi penatalayan, kita tidak akan memindahkan tanggung jawab kita kepada orang lain atau kepada organisasi. Tanggung jawab pribadi kita adalah kepada Allah dan akan tercermin dalam semua interaksi kita dengan orang-orang di sekitar kita (Kej. 39:9; lihat juga Dan. 3:16). Kita akan melakukan tugas yang ada dengan kemampuan terbaik kita. Sukses di mata Tuhan akan lebih bergantung pada iman kita dan kemurnian kita daripada kecerdasan dan talenta.
Bacalah 2 Korintus 5:10. Bagaimanakah kita memahami kata-kata ini dalam konteks apa artinya menjadi penatalayan yang bijaksana?
Teolog dan filsuf selama berabad-abad telah memperdebatkan pertanyaan yang sulit tentang kebebasan kehendak. Tetapi Kitab Suci jelas: Kita sebagai manusia memiliki kebebasan kehendak dan kebebasan memilih. Jika tidak, ide dihakimi oleh perbuatan kita tidak masuk akal. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab pribadi, oleh kasih karunia Allah, untuk memutuskan membuat keputusan yang tepat dalam semua yang kita lakukan, termasuk menjadi penatalayan setia atas semua milik Tuan kita.

Rabu, 31 Januari 2018

PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA

Rabu, 31 Januari 2018

Penatalayanan Kebenaran Rohani

Ketika kita berpikir tentang penatalayanan, kita berpikir tentang yang ber- wujud dan memang demikian. Tetapi seperti sekarang kita telah lihat, penatalayanan melampaui itu. Seperti harta berwujud, pemberian yang tidak berwujud juga berasal dari Allah. Hal-hal tidak berwujud ini adalah harta rohani yang Allah berikan kepada kita (1 Ptr. 4:10) sehingga kita dapat, di dalam Kristus, mengembangkan karakter Kristen dan menjadi orang yang kita bisa di dalam Dia. Maka, kita harus mengelola pemberian-pemberian tidak berwujud bahkan lebih berhati-hati daripada yang berwujud, karena mereka jauh lebih berharga.

Bacalah Efesus 6:13-17. Apakah yang telah diberikan oleh Allah yang atasnya kita harus menjadi penatalayan? Mengapakah manajemen yang tepat dari hal-hal ini sangat penting untuk kita?

Efesus 6:13-17 "Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,  kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,"

“Tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rm. 6:23). Dunia, dan semua yang dunia tawarkan, tidak dapat menawarkan kita penebusan yang kita miliki dalam Kristus. Penebusan, pemberian yang Allah berikan kepada kita, adalah milik kita yang paling berharga. Dengan tetap membuat penebusan selalu di hadapan kita membantu kita menjaga perspektif dalam penatalayanan kita akan harta benda lainnya yang diberikan kepada kita dari Allah juga.
“Hanya dalam terang yang bersinar dari Golgota dapatlah pengajaran alam dibaca dengan tepatnya. Perantaraan kisah Betlehem dan salib biarlah ditunjukkan bagaimana kebaikan akan mengalahkan kejahatan, dan bagaimana setiap berkat yang datang kepada kita adalah suatu pemberian dari penebusan.”— Ellen G. White, Membina Pendidikan Sejati, hlm. 89.
Penebusan adalah milik kita hanya karena Yesus membayar harga tertinggi. Paulus jelas menyatakan, “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” (Ef. 1:7). Kata “kita beroleh” berarti bahwa kita beroleh “penebusan.” Itu adalah miliki kita, tetapi hanya karena Allah telah memberikannya kepada kita. Maka, betapa sangat penting agar kita mengenakan “seluruh perlengkapan senjata Allah” (Ef. 6:11), agar si jahat tidak datang dan mengambilnya. Karena satu-satunya cara dia bisa melakukan ini adalah jika kita mengizinkan dia, yang akan terjadi hanya jika kita tidak mematuhi apa yang dinyatakan kepada kita dalam “Firman Allah” (Ef. 6:17). Perlindungan terbesar kita adalah dengan menuruti, dalam iman, terang yang diberikan kepada kita.

Bacalah kembali Efesus 6:13-17. Bagaimanakah kita mengenakan perlengkapan senjata Allah, dan dengan cara apakah kita adalah penatalayan dari semua yang telah diberikan kepada kita dalam persenjataan itu?

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...