Jumat, 02 Februari 2018

SEKOLAH SABAT DEWASA

Jumat, 2 Februari 2018
Pendalaman: Kata yang diterjemahkan sebagai “penatalayan” dalam beberapa ayat-ayat Perjanjian Lama datang, tidak dari satu kata tetapi dari sebuah ungkapan: asher al bayt, “orang yang ada di atau atas rumah.” Sebagai contoh, Kejadian 43:19 dapat diterjemahkan: “Ketika mereka mendekati penatalayan rumah Yusuf itu, mereka berbicara kepadanya di depan pintu rumah.” Jika seseorang mempertimbangkan bahwa keluar yang tinggal di dalam rumah adalah bagian dari rumah itu sendiri, maka apa yang lebih berharga kepada seseorang daripada rumah mereka sendiri? Oleh karena itu, penatalayan adalah seorang yang dipercayakan sesuatu yang sangat berharga yang, bagaimanapun, bukan miliknya. Dalam banyak hal, itu menjadikan tanggung jawab bahkan lebih besar daripada yang sebenarnya jika penatalayan bertanggungjawab atas milik- nya sendiri.
Ide yang sama dilanjutkan juga dalam Perjanjian Baru. “Perjanjian Baru mengambil ide-ide Perjanjian Lama dan menggabungkan mereka dengan ide- ide abad pertama, konsep-konsep, dan kata-kata, hingga memperkaya dan memperluas pengajaran Alkitab tentang penatalayanan. Kata-kata Yunani yang paling umum digunakan dalam hubungan dengan penatalayanan berasal dari oikos dan oikia, ‘rumah.’ oikonomos adalah orang yang menjaga rumah: Penatalayan atau manajer. Oikonomia adalah kata benda abstrak, “pengelolaan rumah,” makna yang sering jauh lebih luas.”—Handbook of Seventh-day Adventist Theology(Hagerstown, Md.: Review and Herald Publishing Association, 2000), hlm. 653.
Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:
1.Gantinya mengambil tanggung jawab karena memakan buah larangan, apakah yang Adam katakan kepada Allah ketika ditanya tentang apa yang dia telah lakukan? Kej. 3:12. Betapa menarik bahwa salah satu respons manusia paling awal yang ditimbulkan oleh dosa adalah berusaha untuk memindahkan kesalahan dari diri sendiri kepada orang lain. Apakah yang tanggapannya katakan tentang kesediaannya untuk menerima tanggung jawab pribadi atas tindakannya? Apakah yang seharusnya hal itu beritahukan kepada kita tentang kesediaan kita sendiri? Bagaimanakah kita bisa belajar menghindari sifat umum dari menyalahkan orang lain atas kesalahan kita?
2.Di UKSS, bahaslah lebih dalam gagasan menjadi penatalayan dari hal-hal yang tidak nyata tetapi rohani. Apakah artinya? Bagaimana- kah kita “mengelola” hal-hal ini?
3.Pikirkan tentang pekabaran tiga malaikat dari Why. 14:6-12. Apakah kebenaran penting yang disajikan di sana tentang bahwa kita telah diberikan tanggung jawab untuk menjadi penatalayan?
4.Mengapakah begitu penting bagi kita untuk belajar percaya dan yakin pada hal rohani yang kita tidak pahami sepenuhnya? Namun demikian dalam cara duniawi apa kita melakukannya sepanjang waktu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...