PERBAKTIAN DALAM PENDIDIKAN
Pendalaman:
“Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu dan hatinya sudah membatu. Para Ahli agama tidak mau memeriksa diri mereka sendiri untuk melihat apakah mereka memiliki iman, dan itu adalah fakta yang menakutkan bahwa banyak yang bersandar pada harapan yang salah. Beberapa bersandar pada pengalaman lama yang mereka miliki bertahun-tahun yang lalu; tetapi ketika dibawa ke waktu yang mencengangkan ini, ketika semua harus memiliki pengalaman sehari-hari, mereka tidak memiliki apa-apa. Mereka tampaknya berpikir bahwa pekerjaan kebenaran akan menyelamatkan mereka. Ketika dosa-dosa yang dibenci Allah ditundukkan, Yesus akan masuk dan Ia tinggal di dalam Anda dan Anda tinggal di dalam-Nya. Anda akan menerima kekuatan Ilahi dari Yesus, dan Anda akan tumbuh di dalam dia, dan dapat dengan kemenangan mengatakan, terpujilah Allah yang memberi kita kemenangan melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Akan lebih menyenangkan bagi Tuhan jika Ahli agama yang suam-suam kuku tidak pernah menyebut namanya. Orang itu adalah beban terus-menerus bagi mereka yang akan menjadi pengikut Yesus yang setia. Mereka adalah batu sandungan bagi orang-orang yang tidak percaya, dan para malaikat jahat bersukacita atas mereka, dan mengejek para malaikat Allah dengan jalan bengkok mereka. Mereka memuliakan Allah dengan bibir mereka, sementara hati mereka jauh dari-Nya."
~Ellen G. White, Spiritual Gift, vol. 2, hlm. 227.
Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:
1. Dari Markus 7: 1–13, kita belajar bahwa kondisi mendasar dari peribadatan palsu adalah masalah hati. Tuhan tidak memandang penyembahan kita apabila kita memuliakan-Nya dengan bibir kita dan tidak muncul dari hati kita. Mengapakah Injil dan kisah kematian Yesus mewakili kita cara paling ampuh untuk membuka hati untuk benar-benar mengasihi Allah?
2. Lebih memikirkan pikiran menyembah Tuhan "dalam roh dan kebenaran."Apakah mungkin untuk melakukan yang satu dan tidak melakukan yang lain, atau apakah ibadah yang sejati menuntut keduanya? Jika demikian, mengapa?
3. Ya, hati kita perlu benar untuk menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh, tetapi apakah artinya itu? Apakah Anda harus menunggu sampai Anda benar-benar terhubung dengan Tuhan, dengan hidup Anda dalam urutan yang sempurna sebelum Anda dapat beribadah? Di sisi lain, bagaimanakah ibadah sejati, dapat membantu hati Anda benar dengan Allah?
Ayat Hafalan : 1 Tawarikh 16:29
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar