Minggu, 11 Februari 2018

PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA


Minggu, 11 Januari 2018
Masalah Kejujuran Sederhana
Kesamaan yang hampir kita semua miliki adalah bahwa kita tidak suka ketidakjujuran. Kita secara khusus tidak menyukainya ketika kita melihat hal  itu diwujudkan pada orang lain. Meskipun, tidaklah mudah untuk melihat itu dalam diri kita sendiri, dan ketika kita melakukannya, kita cenderung untuk merasionalisasi tindakan kita, membenarkannya, mengecilkan maknanya: Oh, itu tidak buruk, itu hanya hal kecil, tidak begitu penting. Bahkan kita mungkin menipu diri kita sendiri, sering begitu; tetapi kita tidak pernah menipu Allah.
“Ketidakjujuran dipraktikkan di seluruh tatanan kita, dan ini adalah penyebab suam-suam kuku pada pihak orang yang mengaku percaya kebenaran. Me- reka tidak terhubung dengan Kristus dan sedang menipu jiwa mereka sendiri.”—Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 4, hlm. 310.
Bacalah Lukas 16:10. Apakah prinsip penting yang Yesus ungkapkan di sini yang seharusnya menolong kita melihat betapa pentingnya untuk menjadi jujur, bahkan dalam “hal-hal kecil”?
Lukas 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Meskipun Allah mengetahui persis betapa mudahnya kita bisa tidak jujur, terutama ketika tiba pada hal-hal yang kita miliki. Oleh karena itu, Dia telah memberi kita penangkal yang ampuh untuk ketidakjujuran dan egoisme, setidaknya ketika tiba pada harta benda.
Bacalah Imamat 27:30 dan Maleakhi 3:8. Apakah yang ayat-ayat ini ajarkan dan bagaimanakah bahwa apa yang disampaikan ayat-ayat ini dapat menolong kita tetap jujur?
Imamat 27:30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
Maleakhi 3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
“Tidak ada imbauan yang dibuat untuk ucapan syukur atau kedermawanan. Ini adalah soal kejujuran yang sederhana. Persepuluhan adalah milik Tuhan; dan Ia memohon supaya kita mengembalikan kepada-Nya apa yang menjadi milik-Nya.... Jikalau kejujuran merupakan suatu prinsip kehidupan bisnis yang penting, maka tidakkah kita harus mengakui kewajiban kita pada Allah - kewajiban yang menggarisbawahi setiap kewajiban lain?”—Ellen G. White, Membina Pendidikan Sejati, hlm. 126.
Akhirnya, bagaimanakah mengembalikan persepuluhan menolong Anda mengingat siapa memiliki semua yang Anda miliki? Bagaimanapun juga, mengapakah penting untuk tidak pernah melupakan siapa yang memiliki seluruh harta kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACAAN ALKITAB HARIAN

FOLLOW THE BIBLE

Yohanes 14:1-31 Rumah Bapa YOH 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. YOH 14:2 Di rumah Bapa-...